17 December 2019, 04:00 WIB

Tanam Pohon, Pulihkan Ekosistem Kawah Ijen


Des/H-3 | Humaniora

ANTARA FOTO/Budi Candra Setya
 ANTARA FOTO/Budi Candra Setya
Wisatawan melihat Blue fire (api biru) di dasar kawah Gunung Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur.

KAWASAN Pegunungan Ijen yang terkenal dengan fenomena blue fire mengalami kebakaran yang menghanguskan lahan seluas 940 hektare pada 19 Oktober 2019. Akibatnya, Taman Wisata Kawah Ijen ditutup pada 20 Oktober-6 November 2019.

Bakti Lingkungan Djarum Foundation bekerja sama dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur membentuk program Siap Sadar Lingkungan atau Siap Darling untuk membantu pemulihan kondisi lingkungan di kawasan tersebut.

Gerakan yang melibatkan 257 mahasiswa dari 36 universitas di Indonesia ini, mengajak generasi milenial ­menanam 500 pohon cemara gunung (Casuarina junghuniana) di area Taman Wisata Kawah Ijen. Gerakan ini diharapkan menjadi penggagas untuk mengajak pemerintah dan swasta agar ikut memperbaiki Taman Wisata Kawah Ijen.

“Ini merupakan langkah nyata kepedulian generasi milenial terhadap ­lingkungan yang rusak akibat kebakaran. Ini memang merupakan langkah kecil dari kami menuju terciptanya ekosistem lingkungan yang seimbang,” ung-kap Vice President Director Djarum Foundation, FX Supanji di Taman Wisata Gunung Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (16/12).

Supanji mengatakan ini bukan kali pertama Bakti Lingkungan Djarum Foundation mengunjungi Taman Wisata Kawah Ijen. Pada 2015, telah dilakukan hal serupa dengan luas yang lebih kecil karena kebakaran yang terjadi tidak sebesar saat ini.

Sementara itu, Kepala BBKSDA Jawa Timur, Nandang Prihadi mengaku sangat ­mengapresiasi bantuan dari Bakti Lingkungan Djarum Foundation. Dia pun mengatakan bahwa saat ini pihak BBKSDA tengah fokus untuk merancang pemulihan ekosistem Taman Wisata Kawah Ijen.

Pemulihan, terang Nandang, melalui dua kondisi yakni menanam dan alamiah. Kegiatan yang berlangsung kemarin disebut sebagai bentuk menanam, dan masih tersisa sekitar 900 hektare yang masih harus diperbaiki. Adapun pemuliahan alamiah merupakan pemulihan ekosistem yang dilakukan lingkungan sendiri.

“Memang butuh bertahun-tahun untuk memperbaiki kawasan ini, namun kami akan berupaya untuk memperbaiki keseluruhan lahan yang rusak. Namun, saat ini sudah dapat terlihat pepohonan juga sudah pulih secara ­alamiah. Dengan adanya anakan dari pohon ini tentunya akan membantu untuk mengembalikan lingkungan di sekitar,” jelas Nandang. (Des/H-3)

BERITA TERKAIT