17 December 2019, 00:40 WIB

PBSI Evaluasi Ganda Putri/Campuran


Ykb/R-1 | Olahraga

ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
 ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Pebulu tangkis ganda putri Indonesia Apriyani Rahayu (kanan) dan Greysia Polii berusahal mengembalikan kok.

GANDA putri Greysia ­Polii/Apriyani Rahayu belum bisa berbicara banyak dalam BWF World Tour Finals 2019 di Tianhe Gymnasium, Guangzhou, Tiongkok, pekan lalu. Ganda putri peringkat delapan dunia itu harus rela jadi juru kunci Grup A seusai menelan tiga kekalahan di fase penyisihan grup.

Faktor kebugaran fisik yang tak maksimal dinilai menjadi penyebab kegagalan Greysia/Apriyani.

“Pola permainan yang coba ­diterapkan sebetulnya sudah benar, tetapi karena kondisi ­kebugarannya yang kurang bagus, jadi hasilnya yang kurang memuaskan,” tutur pelatih kepala ganda putri, Eng Hian, seperti dikutip badminton.org, kemarin.

Menurut Eng Hian, kebugaran fisik inilah yang segera diperbaiki. Menurutnya, masih ada waktu untuk memperbaiki ini sebelum kejuaraan berikutnya di 2020.

Eng Hian juga mengomentari kualitas servis yang dimiliki ­Greysia. Menurutnya, servis yang dilakukan Greysia bisa menimbulkan kerugian untuk keduanya dan sangat menguntungkan untuk lawan. “Greysia harus bisa memperbaiki kualitas servisnya karena beberapa kali lawan mendapatkan poin gratis minimal lima poin di setiap gimnya,” ujarnya.

Selain ganda putri, ganda campuran Indonesia juga meraih hasil buruk di BWF World Tour Finals 2019. Dua wakil ­Indonesia, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti dan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja, tersingkir di penyisihan grup.

Pelatih ganda campuran PBSI, Nova Widianto, mengatakan Praveen/Melati dan Hafiz/Gloria tak tampil sebagaimana mestinya. Penampilan kedua pasangan itu masih jauh dari memuaskan.

“Tentunya hasil ini tidak sesuai dengan target karena harapannya setidaknya ada satu wakil yang lolos ke semifinal. Saya sudah me-ngantongi beberapa poin yang harus segera dievaluasi,” ujarnya.

Nova menuturkan Praveen/Melati dinilainya perlu meningkatkan segi fokus dan konsentrasi di lapangan. Adapun Hafiz/Gloria, kata Nova, masih banyak yang harus diperbaiki, khususnya secara teknik. (Ykb/R-1)

BERITA TERKAIT