16 December 2019, 20:09 WIB

Korban Penipuan Komplek Syariah 3.680 Orang, Kerugian Rp40 M


Yurike Budiman | Megapolitan

3.680 warga menjadi korban penipuan mafia perumahan berbasis Syariah. Total kerugian dari kasus ini mencapai Rp 40 miliar.

Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono mengatakan modus para tersangka melakukan penipuan dengan mempromosikan dan memasarkan perumahan tersebut melalui iklan dan brosur.

"Dari penelusuran kami ada lebih kurang 3.680 korban. Nah, kita coba menghitung kerugian itu lebih kurang Rp 40 miliar," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddy Pramono, di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, hari ini.

Dari hasil pemeriksaan, penggunaan uang para korban digunakan untuk pembebasan tanah seluas 1,4 Ha Rp640 juta, untuk membeli kendaraan senilai Rp3 miliar, gaji karyawan Rp 2,5 miliar, bayar refund Rp500 juta, Marketing Agent Rp4 miliar.

"Sementara sisa penggunaan dana para korban sebesar Rp30 miliar masih dalam penyidikan," kata Gatot.

Baca juga: 270 Orang Tertipu Perumahan Syariah, Kerugian Capai Rp23 M

Di kesempatan yang sama, Wadir Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Dedy Murti menjelaskan terungkapnya kasus penipuan ini berawal dari laporan para korban yang membeli rumah di Perumahan Amanah City Islamic Superblock di Desa Garut, Serang, Banten, pada 12 Desember 2017.

"Para tersangka mengimingi promo enam Kebaikan, yaitu Tanpa KPR, Tanpa Bank, Tanpa Riba, Tanpa BI Cheking, Tanpa Akad bermasalah dan Tanpa Denda. Mereka juga mengaku membangun sebanyak 1 juta unit lengkap dengan berbagai fasilitas sehingga para korban merasa tertarik dan percaya," kata Dedy.(OL-4)

BERITA TERKAIT