16 December 2019, 18:37 WIB

Pengamat Bingung Jokowi Bolak-Balik Curhat Defisit Perdagangan


Ihfa Firdausya | Ekonomi

PRESIDEN Joko Widodo kesal lantaran neraca perdagangan Indonesia kembali mengalami defisit pada November 2019 sebesar US$1,33 miliar. Menurut Jokowi, defisit neraca perdagangan ini terjadi karena impor Indonesia lebih besar dari ekspor.

Pengamat Ekonomi Senior Enny Sri Hartati mengaku bingung dengan kekesalan presiden. "Kita saja bingung (dengan kekesalan Jokowi). Kan Pak Jokowi itu selama setahun terakhir di berbagai kesempatan selalu ngomongin masalah defisit neraca perdagangan," ujarnya ketika dihubungi Media Indonesia, Senin (16/12).

Enny menambahkan, Presiden Jokowi seharusnya menunjuk menteri perdagangan yang betul-betul memahami persoalan. "Tapi ini menteri perdagangannya saja enggak jelas. Track recordnya enggak ada," ungkapnya.

Baca juga: Bengkel Kerja Bagi Disabilitas Ikut Wujudkan Harapan Presiden

Lebih jauh Enny mengatakan, ketika kondisi ekonomi dunia menghadapi perlambatan, maka dipastikan ekspor Indonesia babak belur. Hal itu mengakibatkan tekanan terhadap neraca perdagangan dan ketahan industri dalam negeri.

"Artinya dari sisi ekspor kita memang benar-benar enggak berdaya karena sangat tergantung permintaan negara-negara industri, dari sisi ketahanan industri kita lemah. Jadi, itu yang menyebabkan defisit neraca perdagangan kita enggak terkendali," pungkasnya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data neraca perdagangan Indonesia pada November 2019 yang tercatat defisit USD1,33 miliar. Defisit tersebut berasal dari ekspor November sebesar US$14,01 miliar, sedangkan nilai impor lebih tinggi yakni sebesar US$15,34 miliar. (Ifa/A-5)

BERITA TERKAIT