17 December 2019, 03:15 WIB

Babak Pertama Pencarian Makna Hidup Reyhan


Suryani Wandarai Putri Pertiwi | Weekend

Dok. Max Pictures
 Dok. Max Pictures
Salah satu adegan film Rembulan Tenggelam di Wajahmu (2019).

Menjalani hari sebagai warga panti asuhan yang serba kekurangan, Reyhan cilik (diperankan Bio One) memilih memberontak. Jika anggota panti lain bekerja dengan mengamen atau menjaga W umum, Reyhan  memilih untuk mencuri. Bersembunyi dan lari kencang pun menjadi kekuatannya saat itu.

Kebadungannya bukan tanpa sebab. Ia mengetahui, Kepala Panti (Egi Fedly) mengantongi dana donasi untuk kepentingannya sendiri. Namun, kekerasan justru didapati Reyhan ketika ia mencari keadilan, yang kemudian membuatnya kabur dari Panti. "Titip doa dan tanyakan pada Tuhan kenapa dia menempatkan aku di panti itu," kata Reyhan kepada Diar (Yuda Keling) sahabatnya satu panti kala mengetahui akan salat dan berdoa.

Berharap nasibnya akan berubah menjadi lebih baik, Reyhan justru terjebak dalam lingkaran yang membuatnya dicap bandel. Ia menjalani hari-harinya dengan mabuk dan berjudi, bahkan baku hantam dengan sekelompok orang. Yang lebih parah, Reyhan terpaksa harus merampok berlian di sebuah gedung bersama Bang Ple (Donny Alamsyah).

Pertanyaan yang dilontarkan Reyhan itu kemudian bermuara pada pertanyaan "Hidup ini adil atau tidak?" yang mana untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan penting dalam hidup, Reyhan dewasa yang dikisahkan sudah berusia 60 tahun yang sedang sekarat di rumah sakit ini ditunjukkan satu persatu oleh lelaki berwajah teduh.

Lewat film Rembulan Tenggelam di Wajahmu yang tak beralur linier ini, Reyhan dewasa telah bertransformai menjasi seorang pemilik perusahaan raksasa, ia telah melewati banyak hal yang kini menjadi sosok kaya raya, terpandang dan disegani. Namun kearena pertanyaan-pertanyaan dalam hidupnya, ia kembali dibawa ke masa lalu untuk merangkai potongan-potongan pengalaman untuk menjawab semuanya.

Dalam film yang diadopsi dari novel karya Tere Liye berjudul sama, sutradara Daniel Rifki dan penulis skenario Titien Watimena ini rasanya setia dengan alur yang disajikan dalam novel aslinya yag mana Reyhna dewasa menyaksikan sendiri bagaimana masa lalunya untuk menjawab kelima pertanyaan dalam hidupnya. Reyhan dewasa yang diperankan Arifin Putra lebih diartikan sebagai hantu meski bukan dalam konteks horor.

Novel aslinya sangat berat, bahkan seperti menemukan filosofi hidup. Kami mencoba menyederhanakannya, dan alurnya itulah yang menjadi penting bagaimana Reyhan muda membentuk karakter dan cerita Reyhan dewasa," kata Daniel dalam jumpa pers, pekan lalu.

Titien juga menyebutkan ada beberapa bagian yang harus dikorbankan untuk tidak masuk dalam film meski kenyataannya film ini berdurasi panjang dengan menghadirkan dua part. "Menjawab pertanyaan itu tak bisa di skip disalah satu pertanyaan sehingga filmnya memang harus dibuat dua part," ungkap Titien

Pada part pertama yang berlangsung sekitar 90-an menit ini, hanya dua dari lima pertanyaan yang terjawab, yang tentu membuat penonton penasaran. Terlebih sosok Fitri (Anya Geraldin) pasangan dari Reyhan ini muncul tak lebih dari 1 menit sebelum film berakhir.

Dari sisi visual, film yang mengambil lokasi syuting di Semarang ini digarap amat serius dengan menghadirkan suasana pelabuhan serta kota tua yang gelap. Produksi film juga menggunakan teknologi CGI (computer generated image) yang tentuanya membuat hasilnya lebih apik.

Meski film ini juga memuat action atau adegan bertarung dan drama yang kuat, Daniel lebih mengartikannya sebagai mix genre yakmi Journey Spiritual. "Untuk temanya adalah 'Journey Spiritual', yang mama Rembulan Tenggelam di Wajahmu memiliki naratif yang kuat dan terlampau unik, sehingga untuk menuturkannya aku harus meningkatkan genre genre untuk satu film,"  katanya. (M-2)

BERITA TERKAIT