16 December 2019, 17:52 WIB

Bank BJB Terus Mematangkan Digitalisasi Perbankan


Bayu Anggoro | Ekonomi

Istimewa/Bank BJB
 Istimewa/Bank BJB
Piloting penggunaan QRIS (quick response code Indonesia standard) di Pasar Baru, Bandung, Senin (16/12). 

BANK BJB terus mematangkan langkahnya dalam digitalisasi perbankan. Hal etsrebut ditandai dengan dilakukannya piloting penggunaan QRIS (quick response code Indonesia standard) di Pasar Baru, Bandung, Senin (16/12).

Kegiatan tersebut dilakukan langsung seluruh jajaran direksi seperti Direktur Utama Bank BJB Yuddy Renaldi; Direktur IT, Treasury and International Banking Rio Lanasier; Direktur Kepatuhan Agus Mulyana; dan Direktur Operasional Tedi Setiawan.

QRIS merupakan fitur pembayaran uang elektronik terbaru dari Bank BJB yang berbasis ponsel yang sangat mudah digunakan. Pengguna cukup mengunduh aplikasi yang sudah terstandardisasi.

Yuddy mengatakan, Pasar Baru dipilih sebagai piloting QRIS karena tempat wisata belanja yang di dalamnya terdapat banyak pedagang dan pembeli. Sedikitnya terdapat 4.000 tenant dengan berbagai jenis produk.

"Ini sangat tepat untuk produk kami terbaru yang bertujuan untuk digitalisasi pedagang kecil dan masyarakat, agar secara langsung dan cepat dalam memperleh kemudahan di pembayaran," katanya.

Dengan adanya kemudahan seperti ini, dia berharap perdagangan retail dan usaha kecil menengah khususnya di Jawa Barat lebih meningkat sesuai dengan visi Bank BJB dalam mendukung inklusi keuangan.

"Menciptakan sistem ekonomi digital, mengimplementasikan elektronifikasi secara global dan memberi kemudahan bagi masyarakat dalam sistem pembayaran," kata Yuddy.

Dia meyakini, melalui sistem pembayaran seperti ini, pedagang dan pembeli bisa mudah berinteraksi dalam jual beli.

"QRIS ini juga bisa digunakan pedagang yang berambisi mengakselerasi usaha mereka dengan menjadi merchant mitra Bank bjb agar mendapat kemudahan," tuturnya. 

Yuddy mengatakan, Bank BJB sudah mengantongi izin dari pihak terkait untuk mengoperasikan sistem pembayaran nontunai yang tersedia pada aplikasi BJB Digi ini.

Dengan diluncurkannya fitur tersebut, para nasabah bank pembangunan daerah itu sudah bisa melakukan transaksi melalui masing-masing gawainya.

"Pembayaran apapun, beli apapun dengan merchant-merchant yang sudah bekerjasama, kini bisa dengan QR Payment Bank BJB. Ini momentum bagi kita, kita sudah memasuki era digital," katanya.

Menurut Yuddy, diluncurkannya QR Payment (transfer on us) pada aplikasi BJB Digi inipun seiring dengan program pemerintah yang memaksimalkan transaksi nontunai.

Terlebih, tambah dia, pada 2020 mendatang Bank Indonesia sudah mencanangkan transaksi nontunai melalui penerapan QR Code Indonesia Standard.

"Meski implementasinya pada tahun 2020, kita sekarang sudah mulai jalan," jelas Yuddy.

Lebih lanjut Yuddy katakan, penggunaan QR Payment (transfer on us) pada aplikasi BJB Digi inipun diyakini akan meningkatkan penghimpunan dana murah.

Dengan penggunaan transaksi nontunai ini, dia optimistis penyimpanan saldo nasabah pada fitur tersebut akan meningkat juga. Bahkan, pihaknya memprediksi QR Payment (transfer on us) pada aplikasi BJB Digi ini akan menambah penghimpunan dana murah hingga 10%.

"Sekarang kita di angka 42% dana murah. Dengan ini (QR Payment pada aplikasi Bank BJB), dana murah kita akan menjadi 52%, berarti ada penambahan 10%," katanya.

Yuddy memastikan, penambahan dana murah pada Bank BJB ini akan dikembalikan lagi kepada masyarakat melalui penyaluran pinjaman-pinjaman khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

"Dengan payment ini, orang akan naro uang di tabungan kita. Ini terakumulasi jadi dana murah kami, yang akan memudahkan pinjaman kita, bahkan untuk melawan rentenir online," katanya.

Di tempat yang sama, Direktur IT, Treasury, dan International Banking Bank BJB Rio Lanasier mengatakan, dengan hadirnya fitur QR Payment (transfer on us) pada aplikasi BJB Digi mengharuskan pihaknya untuk memperbanyak kerjasama dengan setiap gerai apapun. "Satu merchant, satu QR Code," katanya.

Saat ini pihaknya terus memperbanyak kerja sama dengan gerai-gerai yang ada baik di Jawa Barat maupun seluruh provinsi lainnya.

"Kita sudah siap dengan merchant-merchant," kata Rio seraya menyebut penguatan infrastruktur digital telah dilakukan dengan menggelontorkan anggaran sebesar Rp800 miliar yang dilakukan secara bertahap hingga 2022 mendatang. (BY/OL-09)

BERITA TERKAIT