16 December 2019, 17:12 WIB

Polisi Tangkap Empat Tersangka Mafia Perumahan Syariah


Tri Subarkah | Megapolitan

ANTARA FOTO/Galih Pradipta
 ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddy Pramono (kanan) bersama Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus (kiri).

DIREKTORAT Kriminal Umum Polda Metro Jaya menangkap empat orang yang tergabung dalam sindikat mafia perumahan Amanah City Islamic Superblock di Maja, Kabupaten Lebak, Banten.

Keempat orang tersebut yakni MA, SW, CB, dan S. MA dan SW masing-masing berperan sebagai Komisaris dan Direktur Utama PT Wepro Citra Sentosa. CB berperan sebagai Direktur PT Global Muslim Property/Madinah Property Indonesia sekaligus Marketing Agency PT Wepro Citra Sentosa. Sedangkan S yang merupakan istri MA berperan sebagai pemegang rekening yang menampung aliran dana dari para korban.

"(Mereka) menawarkan perumahan harga murah, dengan iming-iming perumahan syariah. Itu yang mereka sampaikan," kata Kapolda Irjen Gatot Eddy di Mapolda Metro Jaya, Senin (16/12).

Dalam spanduk yang dipamerkan saat pengungkapan di Polda Metro Jaya, harga rumah yang dijual paling mahal yakni Rp295 juta untuk tipe 60/60 dua lantai. Sedangkan rumah termurah yang dijual dihargai Rp88 juta untuk tipe 22/36 satu lantai.

Baca juga: 270 Orang Tertipu Perumahan Syariah, Kerugian Capai Rp23 M

Spanduk lain menyebut bahwa perumahan tersebut 100% murni syariah, tanpa BI checking, tanpa denda, tanpa sita, tanpa bank dan cicilan perbulan hanya Rp500 ribu.

Gatot menyebut para korban dalam kasus penipuan tersebut sejumlah 3.680 orang. Dari angka tersebut, polisi sudah memeriksa 63 korban.

Dalam melakukan aksinya, komplotan tersebut juga menyebarkan brosur, melakukan gathering, dan membuat rumah-rumah contoh guna menarik perhatian pembeli.

Gatot mencatat total kerugian untuk sementara ini ditaksir mencapai Rp40 miliar. Menurut hasil keterangan tersangka, uang tersebut digunakan untuk pembayaran gaji karyawan, pembebeasan lahan, membeli kendaraan, pembayaran refund, dan pembayaran agensi pemasaran.

"Kita akan mendalami ini semua. Tapi saya garisbawahi ini adalah oknum-oknum yang menggunakan kata-kata syariah. Jadi jangan sampai digeneralisir ketika ada perumahan syariah itu juga penipuan, tidak. Ini oknum-oknum yang menggunakan itu untuk mencari keuntungan pribadi," tegas Gatot.

Sementara itu, Wakil Direktur Reserese Kriminal Umum PMJ AKBP Dedi Mukti mengatakan masih mengejar tersangka lain.

"Sementara ada dua (orang). Itu tidak berhenti, masih kita dalami. Perannya sebagai pemasar dan juga meyakinkan para konsumen," ungkap Dedi.

Dari tangan para tersangka, barang bukti yang disita adalah brosur penjualan, bukti pembayaran konsumen, PPJB (Perjanjian Pengikatan Jual-Beli), Surat Pesanan Tanah dan Bangunan, banner, Master Plan Lokasi Perumahan, dan buku rekening PT Wepro Citra Sentosa.

Keempat tersangka dikenakan dengan Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP dan atau Pasal 137 jo Pasal 154, Pasal 138 jo Pasal 45 jo Pasal 55, Pasal 139 jo Pasal 156, Pasal 145 jo Pasal 162 UU RI No. 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan atau Pasal 3, 4 dan 5 UU RI No. 08 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang.

Adapun anacaman hukumannya adalah pidana penjara paling lama 20 tahun. (OL-4)

BERITA TERKAIT