16 December 2019, 15:45 WIB

Ini Titik Rawan Kemacetan Jelang Natal dan Tahun Baru


Hilda Julaika | Ekonomi

Antara
 Antara
Dirjen Hubdar Kemenhub Budi Setiyadi

MENYAMBUT Natal dan tahun baru Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mewanti-wanti masyarakat untuk waspada pada titik lalu lintas yang rawan kemacetan.

Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat (Hubdar) Kemenhub Budi Setiyadi, memprediksi ada beberapa titik kemacetan jalan tol seperti di pintu Cikampek utama, Gerbang Kaliurip Utama, dan Tol Elevated Jakarta-Cikampek (Japek).

"Hasil survei mengatakan kendaraan yang keluar dari Jakarta 40 persen akan mengarah ke Jawa Tengah dan Jawa Timur. Jadi yang kita antisipasi itu di pintu Cikampek Utama, Gerbang Kaliurip Utama, dan kita akan menempatkan petugas juga di Tol Elevated Japek karena masih banyak masyarakat yang ragu antara belok kanan, belok kiri, atau lurus," ujar Budi, Senin (16/12).

Selain itu, titik rawan kemacetan lainnya yakni Tol Cileunyi, karena dari arah Bandung akan keluar di tol ini.

Kemudian, Budi juga mengantisipasi jalan nasional dari Pejagan ke arah Purwokerto. "Saya mengimbau masyarakat dari Jakarta dan Jawa Barat yang menggunakan tol ke arah Jawa Tengah diharapkan jangan keluar di tol Pejagan. Nanti beban jalan dari arah Bumiayu ke Ajibarang akan berat sekali," tegas Budi.

Di daerah Bumiayu, sambung Budi, memiliki lebar jalan yang sempit dan banyak pasar tumpah. Untuk itu, masyarakat yang akan ke Kabupaten Banjarnegara, Purbalingga, dan Kebumen untuk keluar di Tol Werna atau Tol Gandulan Pemalang.

Antisipasi lalin selanjutnya dilakukan mulai dari Bandung, Nagreg, sampai ke Limbangan dinilai masih menjadi potensi besar. Rencananya, apabila lalu lintas di Limbangan parah maka akan dialihkan dari Nagrek ke Garut kemudian Singaparna sampai ke Tasikmalaya.

Tak hanya itu, untuk masyarakat yang hendak melakukan pergantian tahun di Puncak pun berpotensi mengalami kemacetan. Polres Bogor sudah menyampaikan sejak 31 Desember samapi 1 Januari mulai pukul 18.00 kendaraan dari daerah Jakarta ke Bogor sudsh ditutup.

"Perihal manajemen lalin yang akan dilakukan masih harus melakukan rapat khusus dengan Polres Bogor dan Polda Jawa Barat (Jabar). Agar masyarakat dari jauh hari bisa terinformasi bagaimana manajemen lalu lintas yang akan kita lakukan di sepanjang jalur puncak," ujarnya kepada awak media. (OL-11)

BERITA TERKAIT