16 December 2019, 13:14 WIB

Jokowi Kesal Pembangunan Kilang Minyak Hanya Janji


Desi Angriani | Politik dan Hukum

ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
 ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Presiden Joko Widodo

PRESIDEN Joko Widodo kesal dengan rencana pembangunan kilang minyak yang molor. Dari lima proyek pembangunan yang direncanakan, tak satu pun terealisasi.

"Saya minta kilang ini segera dibangun tapi sampai detik ini. Dari 5 yang ingin kita kerjakan, satupun gak ada yang berjalan, satu pun,: katanya saat membuka Musrenbangnas RPJMN 2020-2024, di Istana Negara, Jakarta, Senin (16/12).

Jokowi menuturkan pembangunan kilang minyak sempat dijanjikan selama dua sampai tiga tahun. Namun, hingga kini proyek tersebut hanya tinggal janji. Padahal pembangunan proyek tersebut dapat menekan ketergantungan Indonesia terhadap impor minyak sekaligus mengatasi defisit neraca perdagangan dan defisit transaksi berjalan.

"Kemarin dijanjiin 2 tahun lagi 3 tahun lagi. Saya gak ngecek tiap hari kan. Gak selesai 1 persen pun," ungkap dia.

Baca juga: Bangun Kilang Minyak Jadi Prioritas

Karena itu, Presiden meminta kepolisian dan Komisi Pemberantsan Korupsi (KPK) mengawal jalannya pembangunan kilang minyak yang akan dimulai oleh PT Pertamina (Persero). Di sisi lain, kepala daerah juga didorong mempermudah proses pembebasan lahan dan perizinan.

"Saya minta Komisi Pemberantasan Korupsi ikut tungguin, harus rampung pekerjaan besar ini," pungkas Jokowi.

Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumnya merilis neraca perdagangan untuk September mengalami defisit US$160 juta. Nilai ekspor tercatat US$14,1 miliar sementara nilai impor mencapai US$14,26 miliar.(OL-5)

BERITA TERKAIT