16 December 2019, 10:44 WIB

Simak, Ini Ikon Baru di Kepulauan Seribu


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta melalui Suku Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Sudin Parbud) Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu terus mempercantik kawasan wisata yang ada di Kepulauan Seribu. Sejumlah ikon baru juga telah terpasang untuk semakin mempercantik pantai di pulau-pulau wilayah Kepulauan Seribu.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, Alberto Ali, mengatakan pemasangan ikon seni dilakukan untuk memperindah pantai di Kepulauan Seribu sekaligus sebagai pembeda dengan pantai lainnya di Indonesia.

“Dengan adanya ikon seni ini diharapkan menarik wisatawan untuk menghabiskan liburan akhir tahun di Kepulauan Seribu,” ujarnya dalam keterangan pers, Senin (16/12).

Sementara itu, Kepala Sudin Parbud Kepulauan Seribu Cucu Ahmad Kurnia menyebut pemasangan ikon-ikon baru dilakukan atas kerja sama dengan Asosiasi Pematung Indonesia cabang Jakarta.

“Saya mengucapkan terima kasih untuk para seniman yang telah membantu mewujudkan hal ini,” ungkapnya.

Baca juga: PAM Jaya Penuhi Air Bersih 4 Pulau Kepulauan Seribu

Cucu menjelaskan sejumlah ikon baru tersebut dipasang di beberapa pulau yang memang menjadi tujuan wisata. Terdapat delapan ikon baru yang dipercayakan kepada tim perencana, terdiri atas Arief Timor, Adityayoga, Agoes Salim, Nicholas Willa, Anindyo Widito. Sementara itu, pematung dipercayakan kepada Yani Mariani dan Agus Widodo.

Adapun empat ikon karya Yani Mariani di antaranya ikon Jiwa Samudera ukuran 3x3x4,5m berbentuk biota laut di Pulau Pari, ikon Persembahan Cinta ukuran 2x2x3m berbentuk telapak tangan dan bunga mawar di Pulau Tidung, ikon Derai Embun ukuran 3,5x3,5x5,5m di Pulau Pramuka dan ikon Nyala Samudera ukuran 4x5,5x4m di Pulau Karya.

Sedangkan empat ikon karya Agus Widodo, yaitu ikon Generasi Pelaut ukuran 5x3x3m berbentuk perahu di Pulau Tidung, ikon Ombak Menari ukuran 7x2,5x3m berbentuk ombak di Pulau Karya, ikon Tangan Lestari ukuran 1,6x1,6x3m berbentuk dua tangan di Pulau Pramuka dan ikon Sakura ukuran 3x3x3m berbentuk bunga di Pulau Untung Jawa.

Sang kurator, Benny Ronald, mengatakan, sebuah karya seni yang tampil atau hadir di ruang publik sebagai entitas yang mampu memberikan dan menggugah rasa bagi siapa pun yang melihat atau berinteraksi dengannya.

“Dengan adanya seni ruang publik, banyak tempat atau spot yang semula sepi/mati/kosong menjadi memiliki nilai yang lebih dan cukup signifikan memberikan daya tarik tersendiri,” ujarnya.

Menurut Benny, kehadiran ikon-ikon baru tersebut dapat menjadikan wisata Kepulauan Seribu memiliki daya tarik yang berbeda dari wisata pantai lain di luar Jakarta, terutama dalam penyediaan lokasi berswafoto untuk wisatawan.

Dengan adanya penambahan landmark atau keindahan artificial berupa ikon baru, dapat memberikan nilai tambah pula untuk setiap pulau di Kepulauan Seribu.

“Rasanya diperlukan juga sebuah program branding Pulau Seribu yang lebih agresif dengan mengedepankan penambahan landmark atau keindahan artificial yang bisa memberikan nilai tambah pada tiap pulaunya," kata dia.

"Kebutuhan dasar manusia yang biasa mengabadikan sebuah tempat dengan berfoto yang seolah-olah sebuah statement bawah sadar mengenai penaklukan ruang dan waktu adalah hal yang sangat lazim sekali dewasa ini. Hal ini rasanya sangat umum dilakukan dan merupakan sebuah progres aktif seiring dengan kemajuan teknologi dan gencarnya pewartaan melalui media sosial,” pungkasnya.(OL-5)

BERITA TERKAIT