16 December 2019, 10:17 WIB

775 Ton Sampah Bekasi Berpotensi Terbuang ke Laut


Gana Buana | Megapolitan

Antara
 Antara
Alat berat tengah membersihkan sampah

Hampir separuh dari 1.973 produksi sampah masyarakat Kota Bekasi setiap hari berpotensi terbuat kelaut .

Data hasil studi organisasi One Earth One Ocean (OEOO) waste4change dan Greencyrcle-Schwarz mengungkapkan, 775 ton sampah per hari yang diproduksi Kota Bekasi berpotensi terbuat ke laut.

Bahkan hasil studi didapati bahwa jumlah potensi sampah terbuang dari Bekasi ke laut lebih banyak dibandingkan dengan sampai dari Jakarta yang berkisar hanya sebanyak 356 ton perhari.

“Studi masih berlanjut akan dilakukan pada 20 Januari 2020 mendatang hingga 28 Februari 2020,” ungkap Founder dan Managing Director Waste4change Mohammad Bijaksana di Pemkot Bekasi, Senin (16/12).

Dia menjelaskan, tujuan studi tersebut adalah untuk mengetahui titik lokasi yang tepat untuk menjaring sampah di Kali Bekasi. Hal ini dilakukan selama proses uji coba kapal pembersih sungai buatan Jerman, See Hamster.

Seperti yang diketahui, Pemerintah Kota Bekasi mendapat tiga unit kapal pembersih sungai dari waste4change pada November lalu. Kapal ini akan digunakan untuk membersihkan sampah-sampah di kali yang selama ini masih menggunakan metode manual.

Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi menyampaikan, pembersihan kali di eilayah Bekasi sebelumnya hanya mengandalkan tenaga pasukan katak. Ke depannya, pemerintah akan memberikan pelatihan khusus untuk mengoperasikan kapal See Hamster.

“Ke depannya, kita akan berkolaborasi untuk mengangkut sampah di sungai, kemampuan pemerintah untuk angkut sampah perhari hanya mampu sebanyak 1.000 ton,” kata dia. (OL-11))

BERITA TERKAIT