16 December 2019, 08:20 WIB

Hendra/Ahsan Selamatkan Indonesia


Ykb/X-3 | Olahraga

AFP/STR
 AFP/STR
ebulu tangkis ganda putra Indonesia, Hendra Setiawan (kiri) dan Mohammad Ahsan di Tianhe Gymnasium, Guangzhou, Tiongkok, kemarin.

GANDA putra Hendra Setia­wan/Mohammad Ahsan meng­ungguli pasangan Jepang Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe dalam BWF World Tour Finals 2019 di Guangzhou, Tiongkok, dengan perjuangan keras.

Kemenangan itu sekaligus menasbihkan keduanya menjadi pasangan pertama Indonesia sebagai juara sejak BWF Super Series Finals berganti nama menjadi BWF World Tour Finals yang digelar mulai tahun lalu.

Laga final tadi malam ber­langsung panas di gim per­­tama karena kedua pasang­an bermain agresif untuk men­curi kemenangan. Sempat unggul di awal laga, the Daddies harus tertinggal 14-15 dari Endo/Watanabe. Ahsan/Hendra kemudian sanggup menyamakan poin menjadi 15-15.

Keduanya pun memaksakan laga hingga gim poin. Untungnya, duet nonpelatnas itu mampu menjaga keunggulan 24-22 melalui servis Hendra yang mengenai net sehingga mengecoh Endo.

Kalah di gim pertama, Endo/Watanabe tampil lebih agresif di gim kedua. Penampilan itu membuat Ahsan/Hendra mulai kendur. Beberapa kesalahan Ahsan ataupun Hendra turut mewarnai jalannya pertandingan. Namun, kesabar­an keduanya membuahkan hasil.

Awalnya, Hendra/Ahsan tertinggal cukup jauh 11-16. Pasangan peraih emas di Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis itu mampu bangkit dan membalikkan keadaan.

Ahsan/Hendra dengan sabar menutup gim kedua dengan skor 21-19. Hasil ini membuat mereka menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang juara di ajang final dari seluruh Super Series 2019.

Dalam pertandingan sebelumnya, pemain tunggal putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting kalah dari pebulu tangkis Jepang, Kento Momo­ta, dalam final BWF World Tour Finals 2019 di Tianhe Gymnasium. Ginting menye­rah dengan skor 21-17, 17-21, dan 14-21.

Duel sengit terjadi sejak awal gim pertama. Kedua pemain saling kejar poin dengan selisih ketat. Ginting sanggup keluar dari tekanan dan memimpin poin 17-15, tetapi Momota kembali mengejar hingga keduduk­an sama kuat 17-17. Hingga akhir­nya, Momota terhenti di angka 17 dan Anthony sanggup meraih empat angka tambahan.

“Puji Tuhan. Walaupun belum juara, saya bersyukur atas semuanya. Hari ini saya bisa mengeluarkan kemampuan terbaik dan sudah maksimal. Saya selalu kalah di final tahun ini. Namun, ini menjadi pelajaran berharga ke depan,” kata Gin­ting seusai laga. (Ykb/X-3)

BERITA TERKAIT