16 December 2019, 08:15 WIB

OVO Dorong UMKM Manfaatkan Ekosistem Digital


mediaindonesia.com | Ekonomi

DOK OVO
 DOK OVO
Managing Director OVO Harianto Gunawan memperlihatkan bukti pembayaran setelah melakukan transaksi menggunakan apliskasi OVO.

PT Visionet Internasional (OVO) terus mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia di sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Hal itu dilakukan OVO dengan mendorong pelaku UMKM untuk masuk ke dalam ekosistem ekonomi digital. 

Managing Director OVO, Harianto Gunawan mengungkapkan sektor UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Tanah Air. Perkembangan UMKM saat ini pun sangatlah pesat. Hal tersebut tidak terlepas dari dukungan teknologi yang memberikan banyak kemudahan bagi para pelaku usaha itu sendiri untuk terus mengembangkan usaha mereka. 

“Teknologi ini mengubah semua cara, bagaimana yang dulu secara tradisional menjadi digital. Termasuk juga bagaimana digital itu mengubah UMKM dari cara mereka melakukan promosi, pembayaran, atau pun meng-apply pinjaman. Sehingga teman-teman UMKM bisa berkembang dengan cepat,” kata dia dalam acara Festival Gerakan Warung Nasional, di Jakarta, Sabtu (14/12). 

Menurutnya, OVO sangat konsisten dalam mengembangkan inklusi keuangan. Sebagaimana dicanangkan pemerintah, pihaknya terus mendorong pelaku UMKM untuk masuk ke dalam suatu ekosistem ekonomi digital yang banyak memberikan kemudahan, mulai dari proses pembayaran hingga proses pengembangan usaha dalam suatu ekosistem. 

Saat ini, sudah ada sekitar 450.000 UMKM yang tergabung dalam ekosistem OVO. Selain itu, OVO telah hadir di 363 kota, dan tersedia 115 juta perangkat di seluruh Indonesia. 

“Otomatis itu akan memberikan efisiensi, kenyamanan, keamanan yang lebih jauh. Sampai dengan sekarang ini mereka bisa lakukan apply aplikasi untuk pinjaman. Jadi betul selain mendukung pemerintah untuk mempercepat inklusi keuangan, ini juga untuk UMKM kita agar bisa berkembang dengan pesat,” imbuhnya. 

Gunakan Kode QR BI Selain mendorong UMKM untuk terus berkembang, OVO juga siap mengimplementasikan penggunaan Quick Response Indonesia Standart (QRIS) yang sudah diluncurkan Bank Indonesia beberapa waktu lalu. 

Di awal tahun depan, tepatnya 1 Januari 2020, semua sistem pembayaran non-tunai diseragamkan dan diwajibkan menggunakan kode QR BI tersebut. Menanggapi hal itu, Harianto membeberkan bahwa OVO sudah terlibat sejak awal proses persiapan pemberlakuan QRIS tersebut. 

Menurutnya, OVO selalu berkomitmen dengan program pemerintah melalui BI untuk mensinergikan semua sistem pembayaran non-tunai di Tanah Air. “Kami duduk juga sebagai pilot member di mana semua testing, semua sertifikasi sudah dilakukan secara baik. Kami juga melakukan role out atau pemasangan-pemasangan QRIS,” sambung Harianto. 

Dia juga menuturkan secara teknis perusahaan sudah sangat siap untuk mengimplemetasikannya karena pada saat proses sertifikasi hal itu dilakukan bersama BI dan stakeholder lainnya. Harianto menambahkan pihaknya juga masih tetap menggunakan mesin (electronic data capture) atau EDC sebagai salah satu alat pembayaran. 

Bahkan, diungkapkannya, bahwa di tahun depan OVO akan menambah lagi mesin tersebut karena perusahaan sedang dalam proses ekspansinya. Akan tetapi, katanya, tujuan perusahaan tetap fokus untuk mengembangkan ekosistem, meningkatkan investasi serta menambah merchant atau pun tempat pembayaran bagi pengguna. 

Dengan demikian, pihaknya membutuhkan dukungan dari berbagai pihak untuk mendorong UMKM terus berkembang melalui ekosistem ekonomi digital. Regulasi dari pemerintah sangat mendukung bagi percepatan terciptanya suatu sistem ekonomi digital bagi pelaku UMKM. Begitu pula denga dukungan masyarakat, terutama para pelaku UMKM untuk terlibat secara langsung di dalamnya. 

“Pada saat kita membicarakan suatu ekosistem itu tidak mungkin hanya satu player. Semua pihak, segala sektor bersama-sama duduk dan kita memajukan UMKM ini. Karena tadi OVO ini hanya memberikan salah satu sumbangsih. Untuk itu diperlukan dukungan dari pemerintah dan pemainpemain lainnya,” kata dia. 

Pekenalkan DanaTara 
Pada kesempatan yang sama, Presiden Direktur OVO, Karaniya Dharmasaputra menyatakan pihaknya siap mendorong penetrasi pambayaran digital dan akselerasi inklusi keuangan melalui peran aktif dalam implementasi QRIS. 

Hal itu untuk memacu pertumbuhan ekonomi kerakyatan. Perusahaan, lanjutnya, akan memperkenalkan DanaTara sebagai layanan pinjaman modal usaha berbasis teknologi keuangan bagi pemilik warung atau pelaku usaha UMKM. Hal tersebut untuk mewujudkan visi pemerintah dalam memberdayakan sektor usaha rakyat. 

“Salah satu minat terbesar FDI (foreign direct investment) di Indonesia itu industri teknologi apalagi digital payment. Itu kan penetrasinya cuma di 6% artinya round to growth-nya masih besar banget,” tutur Karaniya. (van/S1-25)

BERITA TERKAIT