15 December 2019, 22:25 WIB

Pengamat Sebut Penggantian UN Mesti Disertai Roadmap Pendidikan


Syarief Oebaidillah | Humaniora

MI/ANDRI WIDIYANTO
 MI/ANDRI WIDIYANTO
Mendikbud Nadiem Anwar Makarim

GAGASAN Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim yang akan mengganti Ujian Nasional (UN) pada  2021 mendapat sambutan positif berbagai kalangan dunia pendidikan.

Pakar pendidikan, Cecep Darmawan, menilai hal ini sebagai angin segar dunia pendidikan di Tanah Air. Kendati begitu, ia menyarankan pemerintah mesti membuat roadmap atau peta jalan pendidikan yang komprehensif dalam jangka panjang.

"Penghapusan atau penggantian UN ibarat angin segar dunia pendidikan kita yang mesti dibenahi sistem pendidikan oleh pemerintah dengan roadmap sehingga komprehensif untuk jangka panjang," kata Cecep menjawab Media Indonesia, Sabtu (14/12).

Di sisi lain, Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung ini mengingatkan penggantian UN sebaiknya dilakukan disertai langkah konkret pemerintah untuk menerapkan delapan standar pendidikan nasional sehingga tidak hanya fokus pada standar penilaian.

Dia mengutarakan, dalam peraturan perundang-undangan ada delapan standar nasional pendidikan yang harus terpenuhi diantaranya standar penilaian. Karena itu, lanjut dia, membenahi standar penilaian saja seperti rencana penggantian UN pada 2021 belum lah cukup tanpa membenahi standar lainnya seperti kurikulum, proses pembelajaran, standar lulusan, guru, sarana prasarana, pembiayaan, dan lainnya.


Baca juga: Dukung UN Diganti, Pengamat: Mendikbud Perlu Bongkar Kebiasaan


Cecep mengusulkan Mendikbud Nadiem membentuk tim yang bekerja dalam waktu tertentu guna membenahi sistem pendidikan ini.

Cecep menambahkan kondisi Indonesia masih terjadi disparitas antara Jawa dan luar Jawa atau kota dengan desa. Kendati negara membuat soal UN sama yang terstandar namun standar-standar lainnya tidak ditetapkan seperti standar sarana dan prasarana (sarpras) yang dimiliki sekolah untuk menunjang pendidikan antara kota dan desa yang berbeda yang masih terjadi kesenjangan satu sama lain.

Saat ditanya tentang peta jalan pendidikan jangka panjang, menurutnya, dapat disusun rencana pendidikan selama 100 tahun ke depan.

"Melalui peta jalan atau roadmap tersebut dapat dirumuskan tujuan pendidikan selama 100 tahun ke depan yang melibatkan berbagai kalangan dari pemerintah, sekolah, guru, akademisi, perguruan tinggi , pegiat pendidikan dan lain lain," pungkasnya. (OL-1)

 

BERITA TERKAIT