15 December 2019, 17:31 WIB

Gempa Kuat Landa Filipina, sejumlah Orang Terluka


adiyanto | Internasional

AFP
 AFP
Gempa merusak bangunan di Minadanao, Filipina, Oktober lalu. Minggu (15/12/2019) gempa kembali melanda wilayah yang sama.

GEMPA bumi tektonik dengan magnitudo 6,9 terjadi pada Minggu (15/12) pukul 13.11 WIB. Gempa akibat sesar lokal di Mindanao Filipina ini, guncangannya terasa hingga Melonguane ,Sulawesi Utara.  "Setelah dimutakhirkan kekuatan gempa menjadi magnitudo 6,8," kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu.    

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 6.64 LU dan 125.24 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 334 km arah Barat Laut Kota Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara pada kedalaman 37 km.    

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar lokal di wilayah Mindanao.          

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser mendatar (Strike Slip Fault). Guncangan gempa dirasakan di daerah Sangihe II - III MMI MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah.

Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan di Sulut yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi tersebut tidak berpotensi tsunami.  BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.   

Sementara itu mengutip ahli gelologi setempat, kantor berita AFP melaporkan, gempa yang cukup kuat di Mindanao itu telah mengakibatkan sejumlah orang terluka dan merusak bangunan. Petugas kepolisian mengatakan petugas telah mengevakuasi warga yang terjebak di sebuah bangunan pasar yang runtuh.

Evakuasi juga dilakukan terhadap pasien di sebuah rumah sakit, sementara banyak warga berkerumun di luar sebuah pusat perbelanjaan lantaran panik. Oktober lalu, gempa kuat juga melanda Mindanao. "Kami tidak bisa bekerja karena bangunan banyak yang retak. Jaringan listrik dan air juga padam," kata Lea Orbuda, juru bicara polisi setempat kepada AFP.

Menurut dia, sekitar 24 orang terpaksa dilarikan ke rumah sakit namun tidak ada laporan korban jiwa. (Ant/A-1)

BERITA TERKAIT