15 December 2019, 16:02 WIB

Pemda Muba Sebar Alat Pemadam di Daerah Rawan Karhutla


Dwi Apriani | Humaniora

SEBANYAK 287 unit alat pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dibagikan Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex untuk daerah-daerah yang selama ini tercatat rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan. Sumber penganggaran alat pemadam karhutlah tersebut berasal dari alokasi anggaran Dana Desa dan juga bantuan dalam bentuk alat dari perusahaan-perusahaan di Musi Banyuasin.

"Targetnya untuk meminimalisir karhutla, supaya tidak terus berulang. Kita antisipasi sejak dini, jangan sampai saat musim kemarau nanti tiap desa belum siap dengan peralatan cegah karhutla," ungkap Bupati Muba Dodi Reza.

Dikatakannya, bantuan alat pemadam tersebut di prioritaskan di area yang rawan karhutla. Namun untuk desa-desa dalam Kabupaten Muba juga diwajibkan sebagai penunjang desa desa rawan bencana bila dibutuhkan peran serta dalam mengatasi karhutla. Hanya saja, jumlahnya tidak sebanyak desa yang rawan bencana karhutla.

"Kita tidak ingin karhutlah pada tahun depan terjadi kembali di wilayah Muba. Semua pihak harus jadikan kebakaran lahan beberapa tahun ini menjadi pembelajaran. Peran masyarakat desa sangat besar untuk antisipasi karhutla," bebernya.

Selain itu diketahui Pemkab Muba telah menanggarkan Rp15 miliar untuk pengadaan Alat Berat dan Sapras Pengendalian karhutla (fire jeep,
excavator, pompa, jet sprayer) dan Rp9,5 miliar untuk pencegahan dan Pengendalian Karhutla.

Sementara itu, Kepala Dinas PMD Muba Richard Cahyadi mengatakan tahun 2019 alokasi Dana Desa Pemerintah pusat dan Dana Desa Pemkab Muba hampir setengah triliun yakni Rp255.941.556.500 dan Rp227.000.000.000.

"Peruntukannya di antaranya untuk pembelian alat pemadam karhutla di 60 desa yang rawan karhutla," tandasnya. (DW/OL-10)

BERITA TERKAIT