15 December 2019, 15:19 WIB

Hadapi Resesi Ekonomi 2020, UMKM Perempuan Harus Didukung


Mediaindonesia.com | Ekonomi

Istimewa
 Istimewa
Dirut PLN Rudiantara (kedua dari kiri) dan Staf Khusus Presiden RI  dan CEO Amartha Andi Taufan Garuda Putra (tengah) dalam acara diskusi.

UNTUK menghadapi resesi ekonomi dunia pada 2020, salah satu yang dapat mendukung ekonomi Indonesia adalah Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Hal itu dikatakan Wakil Komisaris Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk  Muhammad Chatib Basri dalam acara  Amartha Impact Talk Vol 4 dengan tema Economic Outlook 2020 and The Role of Fintech and Micro Business in Indonesia di Jakarta, Sabtu (14/12).

"Hadirnya fintech seperti Amartha memungkinkan sumber pendanaan yang lebih terbuka dan demokratis, sehingga menciptakan kesempatan yang lebih besar bagi masyarakat untuk terlibat memajukan pelaku UMKM dengan memberikan pendanaan," ujarnya.

Baca juga: BI Harap Fintech Tingkatkan Inklusi Keuangan dan Ekonomi

Hal senada dikatakan Dirut PLN yang juga mantan Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia 2014-2019, Rudiantara.  Menurut dia Amartha memberikan warna baru dalam dunia pendanaan karena selain memberikan keuntungan, juga menciptakan dampak sosial.

“Dengan kelebihan Amartha dalam teknologi, kreativitas dan inovasi telah melahirkan produk yang memberikan kesempatan kepada sektor UMKM untuk berkembang."

Staf Khusus Presiden Republik Indonesia dan Pendiri & CEO Amartha, Andi Taufan Garuda Putra, mengatakan menjelang 10 tahun perjalanan Amartha dalam mendampingi UMKM, di 2020 Amartha berkomitmen untuk menjangkau lebih banyak mitra dan memberikan pelayanan keuangan lebih dari sekedar pendanaan.

"Amartha sebagai alternatif investasi berdampak sosial, telah menyalurkan pendanaan Rp1,7 triliun kepada lebih dari 361 ribu perempuan pengusaha mikro di pedesaan," ujarnya.

Amartha kata dia, berusaha memberikan pendanaan, pelayanan keuangan dan memberdayakan sektor UMKM dan ekonomi informal, yang tidak terlayani dan dijangkau oleh perbankan dan lembaga keuangan formal.

Dari hasil riset Amartha bersama Center for Digital Society (CfDS) Universitas Gadjah Mada di tahun 2019, 94% mitra Amartha (pelaku usaha mikro perempuan) merasa lebih sejahtera setelah bergabung dengan Amartha. Penghasilan mereka yang awalnya hanya sekitar Rp1-2 Juta per bulan naik menjadi Rp 5-10 Juta per bulan.

“76% mitra usaha Amartha mengaku dapat membayar uang sekolah anak dari pendapatan usaha mereka. Usaha mereka semakin meningkat dan berkembang dan turut memberikan lapangan pekerjaan di lingkungan rumahnya," Ujar Chief Risk and Sustainability Officer Amartha, Aria Widyanto. (RO/A-3)

BERITA TERKAIT