15 December 2019, 13:07 WIB

Apa itu Scopus Internasional


Litbang MI | Humaniora

Ilustrasi
 Ilustrasi
Riset

ADA keresahan di sebagian besar kalangan dosen/peneliti serta mahasiswa S-3, bahwa selain hasil riset yang memenuhi syarat, mereka juga harus merogoh kocek lebih dalam agar karya ilmiahnya dapat indeks dari Scopus.

Wajib menulis di jurnal yang dimuat pada Scopus itu dijadikan persyaratan kenaikan pangkat atau kelulusan. Kemudian muncul pro dan kontrak terkait hal itu.

Kendati Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2019 tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, tidak secara khusus merujuk pada indeks Scopus.
Tengok Pasal 21 yang menyebutkan, hasil penelitian dan pengembangan wajib dipublikasikan dan didiseminasikan oleh sumber daya manusia ilmu pengetahuan dan teknologi dan/atau kelembagaan ilmu pengetahuan dan teknologi, kecuali dinyatakan lain oleh peraturan perundang-undangan.

Berikut sejumlah fakta Scopus Indeks Jurnal Internasional:

Scopus merupakan pangkalan data pustaka yang mengandung abstrak dan
sitiran artikel jurnal akademik.

Fakta Tentang Scopus

  •  Scopus mulai diperkenalkan ke masyarakat luas pada tahun 2004.
  •  Scopus tidak hanya menampilkan berbagai karya ilmiah, namun juga menyajikan data hak paten berbagai penelitian yang telah terbit di dunia.
  •  Scopus memiliki jutaan data literatur ilmiah yang terbit sejak puluhan tahun yang lalu sampai sekarang.

Indeks jurnal Scopus memiliki fokus terhadap 4 bidang penelitian
ilmiah, diantaranya :

  1.  Ilmu Hayati (Life sciences), terdiri dari pertanian, biologi, ilmu syaraf/neuroscience, dan farmakologi
  2.  Ilmu Sosial (Social sciences), mencakup seni & humaniora, bisnis & manajemen, sejarah, dan ilmu informasi
  3.  Ilmu Fisik (Physical sciences), yaitu kimia, rekayasa/engineering, dan matematika
  4.  Ilmu Kesehatan (Health sciences), yang terdiri dari kesehatan paramedik, kedokteran gigi, keperawatan, dan kedokteran hewan.

Keunggulan dan Kelemahan Scopus

Keunggulan :
. Diakui Internasional
. Bereputasi
. Lebih banyak diminati

Kelemahan:
. Biaya tinggi
. Akses untuk dimuat di scopus sulit
. Butuh waktu lama

Database/pusat data artikel ilmiah Selain Scopus

  •  WOS
  •  Ebsco
  •  ProQuest
  • SpeingerLink
  • Wiley 
  • Web of Science (WOS)
  •  Doaj
  •  Doab

Jurnal Indonesia Terindex Scopus per April 2019

. Total = 51 jurnal
. Aktif = 47 jurnal

Sumber: ristekdikti.go.id/ Tim Riset MI (OL-11)

BERITA TERKAIT