15 December 2019, 11:26 WIB

Maret Puncak Panen, Stok Pangan Aman


Lina Herlina | Nusantara

MI/Lina Herlina
 MI/Lina Herlina
Kementerian Pertanian menggelar Tani on Stage, Gerakan Agripreneur dan Tiga Kali Lipat Ekspor (GraTi-Eks) di Makassar.

DIPERKIRAKAN Maret tahun depan menjadi puncak panen pertanian di sebagain besar Tanah Air, yang dimulai masa panen diakhir bulan ini.

Masuk Januari, Februari, dan Maret puncak panen. Kita akan over stok pangan 4 juta ton," ungkap Menteri Petanian Syahrul Yasin Limpo, di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (15/12).

Ia menambahkan, jika stok pangan nasional hingga hari ini masih aman. Dan Presiden Joko Widodo pun sudah mengecek langsung. "Kami jamin stok aman hingga Maret. Kemarau panjang kemarin terutama November dan Desember sempat membuat stok minus. Tapi kita punya cadangan cukup," ungkap Syahrul.

Kegiata yang diisi dengan senam GraTi-Eks, jalan sehat, pasar murah dan penyetahan bantuan itu, menurut Meneteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo digelar di semua ibu kota provinsi Indonesia.

Terkait dengan gelar Tani on Stage, Gerakan Agripreneur dan Tiga Kali Lipat Ekspor (GraTi-Eks) di area car free day depan Monumen
Mandalan Pembebasan Irian Barat, Jalan Jenderal Sudirman, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (15/12).

Menurut Syahrul merupakan, gerakan makan pangan sehat bertujuan untuk  menjaga makanan sebagai asupan awal, dan itu harus jadi gerakan.

''Sumber pangan kita bukan hanya beras, tapi juga ada jagung, sagu dan jenis pangan lain," jelas Syahrul.

Menurutnya juga, makan beras Indonesia per kapita itu masih 111 kilogram (kg) per orang. Masih terlalu besar dibanding kan Jepang yang hanya 70 kg, dan Malaysia yang sudah turun jadi 80 kg.

"Tapi makan atau pangan kita tidak hanya beras tadi," tegas Syahrul. (OL-11)

BERITA TERKAIT