15 December 2019, 09:16 WIB

Wapres akan Hadiri Ijtima 3.000 Ulama di Cibinong, Bogor


mediaindonesia.com | Nusantara

Istimewa
 Istimewa
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Bogor KH. Ahmad Mukri Aji bertemu dengan Wapres KH Ma'ruf Amin.

KURANG lebih 3.000 ulama akan berkumpul di Gedung Tegar Beriman, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, pada Selasa (17/12). Acara yang dinamakan Ijtima 3000 'Ulama tersebut menghadirkan ulama dari 27 kota/kabupaten se-Jawa Barat.

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Bogor KH. Ahmad Mukri Aji mengatakan bahwa forum ini adalah forum rutin yang dilaksanakan dua kali dalam setahun.

 "Pada kesempatan ini insya Allah yang akan memberikan orasi ilmiah adalah Wakil Presiden (Wapres) RI KH. Ma'ruf Amin. Kapasitas beliau sebagai ulama sekaligus umaro sangat sesuai dengan tema yang diusung pada kegiatan ini yaitu 'Ulama dan Masa Depan Indonesia'.

Menurut KH Ahmad Mukri Aji, Kehadiran Wapres KH. Ma'ruf Amin sangat dinantikan oleh para ulama peserta Ijtima.

Alasannya, karena figur Kyai Ma'ruf yang pernah menjadi pemimpin tertinggi lembaga ulama baik di Majelis Ulama IndonesIa (MUI) maupun Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PB NU) menjadi panutan dalam menjalankan dua fungsi sekaligus, yaitu ulama yang umaro dan umaro yang ulama.

"Kyai Ma'ruf adalah representasi ulama dalam eksekutif. Kiprah kebangsaanya sebagai umaro mampu menjembatani dialog antara ulama dan umaro," jelas Ahmad Mukri.

"Sinergitas seperi ini penting untuk kemaslahatan bangsa. Kita berharap beliau bisa menyampaikan peran tersebut saat orasi ilmiah di hadapan 3000 an ulama yang hadi," kata Ahmad Mukri.

Pria yang juga akademisi di UIN Ciputat tersebut menegaskan bahwa Ijtima 3.000 Ulama membawa semangat persatuan dan ukhuwah islamiyah.

Sehingga sudah saatnya, katanya, para ulama, dai dan muballigh menyampaikan pesan-pesan perdamaian dan menyejukan. Tidak mengemuka lagi ego, hanya karena berbeda dalam pandangan politik.

"Kita ingin memanfaatkan forum ijtima untuk mengirimkan pesan-pesan perdamaian kepada umat. Hindari perpecahan hanya karena berbeda pandangan politik. Ulama harus bersatu, agar mampu mengawal Indonesia ke arah kemajuan yang memberikan kemaslahatan untuk umat," papar Ahmad Mukri.

Sebelumnya, pada 2018, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo pernah memberikan orasi ilmiah pada forum ijtima ini.

Beberapa tokoh nasional dari dalam dan luar negeri seperti menteri agama, ketua umum MUI Pusat, ulama dari Iraq dan Suriah juga pernah memberi orasi ilmiah dalam Ijtima Ulama yang rutin dilaksanakan dua kali dalam satu tahun.

Bersamaan dengan Ijtima 3.000 Ulama, juga akan dilaksanakan prosesi Wisuda 50 kader ulama angkatan XIII yang sudah menempuh Pendidikan Kader Ulama selama empat bulan. (OL-09)

BERITA TERKAIT