14 December 2019, 23:47 WIB

Perkuat Ekonomi Nasional, Pemerintah Sokong Digitalisasi UMKM


Faustinus Nua | Ekonomi

Antara
 Antara
Teten Masduki (tengah)

PEMERINTAH mendukung penuh digitalisasi di sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk naik kelas. Hal tersebut guna memperkuat ekonomi nasional dan memberdayakan pelaku usaha nasional.

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Teten Masduki menyampaikan, pemerintah sudah membangun infrastruktur pendukung digitalisasi seperti konetivitas internet ke seluruh pelosok Tanah Air. Untuk itu, pemanfaatan akses internet tersebut kiranya dilakukan untuk mengembangkan usaha secara digital.

"UMKM adalah bagaimana pertama adalah akses pasar dari UMKM ini makin luas jadi warung juga kita harus perluas tidak lagi hanya jualan di kampungnya tapi juga bisa jualan di market place online," kata Teten saat membuka Festival Gerakan Warung Nasional di Jakarta (14/12).

 

Baca juga: Fahri Hamzah Sebut BUMN Predator Perekonomian

 

Dia mengungkapkan, apabila pelaku usaha seperti warung tradisional mampu memanfaatkan teknologi digital dengan baik, bukan tidak mungkin akan banyak pelaku UMKM yang naik kelas. Bahkan bisa go global dan bersaing dengan pengusaha internasional serta membuka banyak lapangan kerja baru.

"Kalau kita naik 10% saja dari yang kecil. Yang kecil sekarang 300 ribuan, yang menengah 60 ribu kalau yang menengah naik kelas 10% saja kan berarti nambah 6 ribu saat ini pengusaha besar itu sekitar 5 ribuan. Nah ini akan ada perubahan dalam struktur ekonomi, struktur ekonomi yang lebih kuat," ujar mantan antivis antikorupsi itu.

Saat ini, menurutnya pasar Indonesia banyak dibanjiri produk impor. Hal itu merupakan pengaruh dari perdagangan bebas yang makin gencar terjadi di Asia Tenggara. Pasar Asia Tenggara khususnya Indonesia mempunyai potensi yang sangat besar untuk terus berkembang. Oleh sebab itu, tandasnya. Indonesia harus mampu bersaing dengan produk-produk impor tersebut.


"UMKM perlu juga didesain untuk punya daya saing untuk bertarung dengan produk impor, daya saing untuk bisa masuk ke pasar global. Kita tak  boleh kalah dari negara lain. Kami sudah identifikasi ada banyak komoditi unggulan nasional supaya bahan baku cukup kita punya kemampuan mengolahnya tinggal dihubungkan dg market luar negeri," imbuhnya.


Pada kesempatan yang sama, Kepala Group Inovasi Keuangan Digital OJK Triyono optimistis mampu mencapai target inklusi keuangan 75%. Hal itu mengingat pesatnya perkembangan teknologi digital di Tanah Air.

Dia membeberkan bahwa saat ini inklusi keuangan di Indonesia mencapai sekitar 60%. Pemerintah pun akan terus mendorong untuk bisa secepatnya mencapai target. (OL-8)

BERITA TERKAIT