12 December 2019, 21:15 WIB

PT. VCI Genjot Ekspor Produknya ke Pasar Manca Negara


mediaindonesia.com | Ekonomi

Istimewa
 Istimewa
Pada Kamis pagi (12/12), kantor baru PT. Victoria Care Indonesia  diperkenalkan kepada publik.

BERMULA dari usaha distribusi kosmetik dan minyak wangi yang dirintis pada 1988, Billy Hartono Salim menyadari bahwa masyarakat Indonesia khususnya wanita masih sulit mendapatkan kosmetik dan minyak wangi berkualitas dengan harga terjangkau.

Berdasarkan keinginan beliau untuk menyediakan produk kosmetika dan minyak wangi yang berkualitas dengan harga terjangkau bagi masyarakat Indonesia, maka terbentuklah PT. Kosmetika Alam Pesona Mandiri pada 2001.

Perusahaan terebut memproduksi lulur mandi, body cologne, dan sabun sirih pembersih kewanitaan pertama kali di Indonesia. Untuk meratakan penyebaran produknya ke seluruh Indonesia, maka di tahun yang sama didirikan perusahaan distribusi PT. Vitalis Indonesia.

Sesuai dengan misi perusahaan untuk menciptakan produk kosmetik dan toiletries yang berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat serta mudah didapatkan, maka pada 2007 didirikanlah PT. Victoria Care Indonesia dengan membangun pabrik di kawasan Candi, Semarang, Jawa Tengah.

Pada 2008, pabrik tersebut telah memperoleh sertifikat Good Manufacturing Practices (GMP). Pada 2009, diluncurkanlah produk lulur tradisional Bali dengan brand Herborist.

PAda 2013 diresmikanlah Omah Herborist dengan konsep berbelanja dan edukasi bagi pengunjung..

Pada tahun 2015 Herborist Sabun Sirih mendapatkan penghargaan Super Brand Award dan Herborist Minyak Zaitun mendapatkan sertifikat Halal dan pada 2017 Herborist Minyak Zaitun mendapatkan penghargaan Top Brand.

Pada awal 2018, Billy merasa bahwa jika ingin terus bertumbuh dan berkembang PT. Victoria Care Indonesia harus mengikuti perkembangan zaman.

Berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional 2017, jumlah para milenial berjumlah 88 juta jiwa atau 33,75% dari jumlah penduduk Indonesia.

Kantor baru

Untuk bisa terus berinovasi dengan berbagai divisi baru dan mengakomodir pertumbuhan karyawan yang pesat, di penghujung 2019, PT.Victoria Care Indonesia menempati kantor baru di Puri Indah Financial Tower.

Transisi ini disambut positif oleh PT. Victoria Care Indonesia dengan menerapkan system open space di kantornya yang baru.

Tak hanya itu, untuk menambah kenyamanan para karyawan, di kantor baru ini juga disediakan banyak break out area yang nyaman'

 Selain itu, untuk memberikan work life balance kepada para karyawan, PT. Victoria Care Indonesia juga menyediakan tempat berolahraga (gym) yang bisa digunakan oleh semua karyawan.

“Kami menyadari work life balance itu penting. Maka untuk memberikan hal tersebut, kami berikan benefit tempat olahraga yang bisa dipakai oleh para karyawan kapan saja mereka mau berolahraga,” kata Billy Hartono Salim yang menjabat  CEO-Founder PT. Victoria Care Indonesia.

Pada Kamis pagi (12/12), kantor baru PT. Victoria Care Indonesia  diperkenalkan kepada publik. Acara tersebut dihadiri antara lain CEO-Founder PT. VCI Billy Hartono Salim, Duta Besar RI untuk Tiongkok Djauhari Oratmangun.

Tak hanya itu, hadir pula Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Dody Edward, Direktur Pasar Wisata Tiongkok dan Asia Kemenparekraf Vincent Jemadu, Staf Khusus Menteri Koperasi Dody Edward serta para mitra bisnis PT.VCI.

Ekspor produk ke mancanegara

Seperti diketahui produk-produk PT. VCI tidak hanya dipasarkan di pasar domestik, namun juga sudah ke mancanegara, antara lain Brunei, Pakistan, Jepang dan Papua Nugini. Untuk tahun 2020, PT. VCI menargetkan penjualan produk naik 30%.

 Sementara itu, Duta Besar RI untuk Tiongkok  Djauhari Oratmangun berharap produk-produk PT. VCI dapat masuk ke Tiongkok. Pasalnya, saat ini, pemerintah Indonesia sedang mengenjot produk-produk dalam negeri dapat dipasarkan di Negeri Tirai Bambu.

“Kita akan terus berkolaborasi dengan pejabat-pejabat di Tiongkok untuk memasarkan produk- produk Indonesia di Tiongkok sehingga defisit perdagangan Indonesia dan Tiongkok dapat berkurang,” ujar Djauhari.

Hal senada juga disampaikan Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Dody Edward. Dody menyebut, Kemendag siap membantu industri dalam negeri yang ingin memasarkan produknya ke dunia. (OL-09)

BERITA TERKAIT