15 December 2019, 01:00 WIB

Lagi, Dinobatkan sebagai Perempuan Berpengaruh di Dunia


Indrastuti | Weekend

MI/PIUS ERLANGGA
 MI/PIUS ERLANGGA
 Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati

SOSOK Sri Mulyani Indrawati, 57, Menteri Keuangan di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Joko Widodo ini masih jadi idola. Kemarin, majalah Forbes untuk kali kedua menaruh namanya di posisi ke-76, sebagai Perempuan Paling Berpengaruh di Dunia. Ani, begitu panggilan akrabnya, berada di antara 100 orang dari berbagai negara yang dinobatkan.

Melansir Forbes, Sabtu (14/12), Sri Mulyani disejajarkan dengan perempuan-perempuan hebat dunia lainnya. Sebut saja Kanselir Jerman Angela Merkel, Presiden Bank Sentral Eropa Christine Lagarde, Ketua DPR AS Nancy Pelosi, hingga filantropi Melinda Gates, istri dari Bill Gates.

"Pada 2019, perempuan di seluruh dunia mengambil tindakan, mengeklaim posisi kepemimpinan dalam pemerintahan, bisnis, filantropi, dan media. Para pelopor ini tidak bisa dianggap remeh," urai Forbes mengawali tulisannya mengenai daftar Perempuan Paling Berpengaruh di Dunia tersebut.

Tahun lalu, Sri Mulyani juga dimasukkan pada predikat yang sama di peringkat ke-78.

Istri dari Tony Sumartono ini sejak berkiprah di pemerintahan boleh dibilang selalu mendapat respons positif dari entitas finansial nasional maupun internasional.

Ada beberapa catatan mengapa dia bisa kembali masuk daftar nama-nama bergengsi tersebut. "Sebagai Menteri Keuangan, ia meningkatkan pendapatan negara melalui reformasi pajak yang akan memperluas layanan e-filing dan meningkatkan kepatuhan wajib pajak," tulis Forbes.

Kehadiran Sri Mulyani di pemerintahan diakui telah membawa perfoma baru di lingkungan Kementerian Keuangan dan aspek makronya pada perjalanan perekonomian nasional. Setidaknya, dalam waktu 15 tahun terakhir ini.

Menjabat sebagai Menteri Keuangan Indonesia dari 2005 hingga 2010, Ani juga membantu memandu transisi negara dari autokrasi ke demokrasi. Ibu tiga anak itu tentu langsung menghadapi masalah tidak ringan. Namun, dia selalu bertindak tegas tanpa kompromi kepada pihak-pihak yang merintanginya demi menuju Indonesia yang bersih dari korupsi dan mencapai perekonomian nasional yang tangguh.

Salah satu langkahnya yang fenomenal ialah mereformasi total di bidang pengelolaan keuangan negara. Langkahnya yang konsisten itu ternyata selalu membuahkan hasil.

Sri Mulyani dinilai sukses menata Indonesia yang terkenal sebagai negara dengan korupsi yang sistemis dan struktural menuju tertib administrasi keuangan di setiap kementerian, lembaga, atau badan negara.

Di bidang pendapatan negara, doktor ekonomi lulusan Universitas Illinois Urbana-Champaign, AS, kini tengah berjuang keras memenuhi target pajak yang baru mencapai sekitar 75%. Tugas ini tentu sangat berat di tengah lesunya kondisi ekonomi global yang memengaruhi aktivitas ekonomi dalam negeri.

"Pemerintah akan fokus untuk meningkatkan penerimaan. Semua instrumen perpajakan, seperti penerimaan pajak, bea dan cukai, dividen dan penerimaan bukan pajak akan digenjot penerimaannya. Kita terus bergerak," kata Ani dengan tegas di sela-sela acara pelantikan pengurus Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) di Jakarta, Jumat (13/12).

Penghargaan lain

Belum lama ini Sri Mulyani juga mendapat penghargaan di Asian Business Leadership Forum (ABLF) Awards 2019 untuk kategori State Persons Awards yang diselenggarakan di Dubai, Uni Emirat Arab (UAE).

Dari keterangan Kementerian Keuangan pada November lalu, penghargaan itu diterima Sri Mulyani karena banyak menghadirkan berbagai instrumen kebijakan untuk memperkuat perekonomian di Indonesia.

Sri Mulyani Indrawati juga dinilai mampu melewati krisis ekonomi di Asia Tenggara pada 2007-2010. Selain itu, selama menjadi Direktur Pelaksana Bank Dunia, Sri Mulyani memberikan kesempatan kerja yang adil dengan mengampanyekan kesetaraan gender di tempat kerja.

Oleh karena itu, Sri Mulyani dilihat dari prestasi yang luar biasa dalam bidang ekonomi dan banyak menginspirasi jutaan orang di dunia. (Medcom.id/H-1)

BERITA TERKAIT