14 December 2019, 18:55 WIB

Jika Enggan Sengsara, Masyarakat harus Cermat Pilih Kepala Daerah


Cahya Mulyana | Politik dan Hukum

MI/ Susanto
 MI/ Susanto
Tito Karnavian

MENTERI Dalam Negeri Tito Karnavian meminta masyarakat cermat memilih calon kepala daerah. Jika tidak memerhatikan integritas, rekam jejak dan kapasitas, masyarakat akan sengsara selama lima tahun ke d4epan.


"Kita salah pilih kepala daerah akibat prosesnya tidak bagus maka akan menyesal lima tahun dan rakyat akan susah. Sementara mau dipecat tidak bisa. Bisa stagnan daerah itu. Disitulah pentingnya peran penyelenggara pemilu memastikan proses election berjalan baik," terangnya saat memberikan sambutan pada acara Rapat Koordinasi Nasional Tim Pemeriksa Daerah (Rakornas TPD) dan Penyampaian Laporan Kinerja (Lapkin) DKPP 2019 di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, Sabtu (14/12).

 

Baca juga: KPU Segera Terbitkan PKPU soal Eks Napi Korupsi

 

Menurut dia, pemilu merupakan proses terpenting dalam sistem demokrasi terlebih dalam pelaksanaan otonomi daerah yang membuat posisi kepala daerah menentukan kelangsungan pembangunan. Oleh karena itu ketika ada momentum pilkada, harus benar-benar melahirkan kepala daerah yang baik, teladan dan mampu memajukan rakyatnya.

Tugas mewujudkan tujuan demokrasi yakni menyejahterakan dan memberi keadilan untuk rakyat tidak hanya bertumpu pada pundak presiden namun juga 34 gubernur dan 514 walikota dan bupati. "Sementara presiden tidak bisa memecat kepala daerah karena tidak ditunjuk oleh presiden seperti era orde baru. Maka pilkada menjadi momentum menentukan sekali dan ketika rakyat telah menentukan pilihan, pasangan kepala daerah terpilih sangat kuat dan hanya bisa dilengserkan hanya ketika melanggar hukum," paparnya. (OL-8)

BERITA TERKAIT