14 December 2019, 18:00 WIB

Masyarakat Aceh Diundang Hadiri Peringatan 15 Tahun Tsunami


Amiruddin Abdullah Reubee | Nusantara

MI/Amiruddin Abdullah Reubee
 MI/Amiruddin Abdullah Reubee
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Aceh, Jamaluddin

SELURUH masyarakat Aceh dan sekitarnya diundang untuk mengikuti zikir akbar serta doa bersama memperingati 15 tahun tsunami Aceh. Upacara tersebut digelar pada 26 Desember 2019 betempat di arena PCC (Pidie Conventoin Center) Kota Sigli, Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh.

Zikir serta doa bersama itu dalam rangka mengenang para syuhada korban tsunami Aceh 15 tahun silam, persisnya pada 26 Desember 2004. Dengan renungan doa, menjadi media menatap masa depan yang lebih baik dan selalu siaga menghadapi bencana.

Karena itu, seluruh warga di Serambi Mekkah atau para keluarga korban tsunami yang berada di Aceh dan luar daerah diharapkan tidak menyiakan acara ini. Bagi warga Indonesia dan masyarakat internasional yang ingin bergabung juga dipersilakan hadir.

Baca juga: Khotbah Salat Jumat 20 Desember Diimbau Tentang Gempa dan Tsunami

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Aceh, Jamaluddin, mengatakan, serangkaian acara ini juga dihadiri oleh PLT Gubernur Aceh Nova Iriansyah, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, Alim Ulama dan tokoh masyarakat Aceh lainnya.

"Dengan berzikir dan berdoa kepada Allah, mudah-mudahan arwah para syuhada tsunami diterima di sisi-Nya dan alam kubur mereka menjadi kebun surga. Melalui doa ini juga dapat memperkuat iman, meningkatkan amal soleh serta tangguh menghadapi cobaan," kata Jamaluddin.

Berdasarkan data yang diperoleh Media Indonesia, peristiwa gempa bumi dan gelombang tsunami Aceh pada 26 Desember 2004, sekitar pukul 07.58 WIB menewaskan sekitar 250.000 jiwa.

Sesuai hasil penelitian pakar geologi, tsunami 2004 merupakan kejadian ketujuh yang terparah di Aceh. Sebelumnya, bencana tersebut pernah terjadi sekitar tahun 900 M, 1349 M, 1450 M, 1797 M, 1833 M dan tahun 1907 Masehi.(OL-5)

BERITA TERKAIT