14 December 2019, 14:15 WIB

Bela Uighur di Twitter, Oezil Diserang Warganet Tiongkok


Antara | Sepak Bola

AFP/Paul ELLIS
 AFP/Paul ELLIS
Mesut Oezil

CICITAN yang diunggah pemain Arsenal berkewarganegaraan Jerman Mesut Ozil di Twitter menuai kecaman dari sejumlah warganet Tiongkok.    

Pemain berdarah Turki itu dalam akun Twitter pribadinya merujuk Daerah Otonomi Xinjiang, Tiongkok, yang banyak dihuni etnik minoritas Uighur dengan sebutan East Turkistan.    

Beberapa warganet dan penggemar sepak bola di Tiongkok, Jumat (13/12), menyayangkan cicitan tersebut karena tidak seharusnya seorang pemain sepak bola sekelas Oezil turut mencampuri urusan dalam negeri Tiongkok dengan menunjukkan dukungannya terhadap kelompok separatisme di Xinjiang.    

Bahkan beberapa penggemar Arsenal ada yang menyerukan pemboikotan klub Liga Primer  Inggris itu.    

Pada Sabtu (14/12) dini hari, Arsenal secara resmi mengeluarkan statemen di akun Sina Weibo bahwa apa yang diunggah Oezil merupakan pandangan pribadi.    

Baca juga: Milner Susul Klopp Perpanjang Kontrak di Liverpool

Sebagai klub sepak bola, Arsenal menegaskan pendirian mereka untuk tidak mencampuri urusan politik.    

Namun, pernyataan yang diunggah dalam bahasa Mandarin di media sosial Tiongkok itu belum bisa meredakan kemarahan para penggemar sepak bola di Tiongkok yang menginginkan klub tersebut mengunggah permohonan maaf kepada mereka dalam bahasa Inggris di Twitter.    

Sina Sports juga telah mengunggah status di Weibo dengan menyebut pernyataan Oezil telah melukai para penggemarnya di Tiongkok.    

Trending topic #Oezil telah dilihat lebih dari 300 juta kali dan beberapa warganet ramai-ramai mengidentifikasi akun Oezil di Weibo.    

Oezil Tieba, komunitas penggemar Oezil di Tiongkok yang beranggotakan 100 ribu orang mengumumkan penutupan akun di Weibo, beberapa saat setelah pesepak bola yang pernah mengantarkan Jerman menjuarai Piala Dunia 2014 di Brasil itu mengunggah cicitan di Twitter.    

"Demi kepentingan nasional, kegemaran apa pun seseorang tidak perlu diutarakan," demikian pernyataan komunitas tersebut.    

"Kebebasan berpendapat punya batasan-batasan tertentu dan seharusnya digunakan untuk menghormati kedaulatan negara serta tidak mencampuri urusan dalam negeri sebuah negara. Seharusnya pula digunakan untuk menentang kekerasan dalam menjaga keamanan dan ketertiban," demikian pernyataan yang diunggah dongqiudi.com, salah satu laman berita sepak bola terbesar di Tiongkok, Jumat (13/12).    

"Komentar Oezil telah melukai perasaan rakyat Tiongkok dan perbuatan tersebut tidak bisa kami terima. Sebagai media sepak bola dan warga Tiongkok, kami sangat mengutuk perbuatan tersebut," tambah laman berita itu.

Menurut buku putih yang diterbitkan Kantor Informasi Dewan Pemerintahan Tiongkok pada Juli 2019 tentang Sejarah Xinjiang bahwa sejarah Tiongkok tidak pernah berkaitan dengan Turkistan Timur dan tidak pernah mengenal negara East Turkistan seperti disebut Oezil dalam akun Twitter pribadinyanya itu.    

Sebutan negara East Turkistan merupakan alat politik dalam upaya separatisme dan kelompok-kelompok anti-Tiongkok yang ingin memisahkan diri dari daratan Tiongkok itu, demikian media resmi di Tiongkok. (OL-2)

BERITA TERKAIT