14 December 2019, 11:02 WIB

Wali Kota Tasikmalaya Dukung Rencana Penghapusan UN


Kristiadi | Humaniora

MI/Kristiadi
 MI/Kristiadi
Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman

WALI Kota Tasikmalaya Budi Budiman mendukung rencana kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim soal mengubah format ujian nasional (UN) sebagai sistem penilaian pendidikan. Dukungan juga diberikan dari pemerintah daerah di beberapa wilayah Priangan Timur.

"Saya mendukung kebijakan Mendikbud, untuk lebih mempersiapkan karakter siswa terutama dalam menghadapi pekembangan zaman. Sekolah mulai lebih fokus mempersiapkan diri kepada peserta didiknya bukan hanya memiliki nilai akademis yang tinggi," kata Budi Budiman, Sabtu (14/12).

Budi mengatakan, pemerintah menyambut baik wacana pengapusan Ujian Nasional (UN) supaya guru dan siswa lebih mempersiapkan karakter terutama harus siap dalam menghadapi revolusi 4.0 yang lebih membutuhkan sumber daya manusia (SDM) dengan kompetensi di suatu bidang. Namun, pendekatan pengajaran juga harus disesuaikan.

"Untuk peningkatan SDM, bukan hanya nilai akademis, tapi di negara maju nilai akademis tak menjadi ukuran keberhasilan para siswa di sekolah. Akan tetapi, para siswa mestinya juga harus diperhatikan pendidikan karakter, agar lebih memiliki jiwa kepemimpinan atau jiwa enterpreneur tinggi," ujarnya.

Baca juga: Tanpa UN, Guru Diminta Latih Murid Bernarasi

Menurutnya, keberhasilan dunia pendidikan selalu didasari dengan ujian. Padahal, banyak orang yang berhasil di dunia kerja justru ketika sekolah nilai akademisnya biasa saja. Namun, dia juga punya kelebihan lain dan harus menjadi pertimbangan agar siswa yang keluar sekolah siap menghadapi kehidupan nyata di lapangan.

"Sangat mendukung rencana penghapusan ujian nasional (UN) mulai tahun 2021 yang dilakukan Mendikbud dan diubah menjadi asesmen kompetensi minimum dan survei karakter. Karena, selama ini para guru selalu disibukkan dengan urusan administrasi sekolah tetapi mereka tidak fokus mendidik para siswa. Sekarang guru harus mempersiapkan peserta didik yang tidak hanya mengejar administratif sekolah," paparnya.(OL-5)

 

BERITA TERKAIT