14 December 2019, 10:45 WIB

BPDASHL Kalsel Bagikan 2,5 Juta Bibit Per Tahun ke Masyarakat


Denny Susanto | Nusantara

MI/Widjajadi
 MI/Widjajadi
Ilustrasi--bibit tanaman

BADAN Pengelolaan DAS dan Hutan Lindung (BPDASHL) Barito setiap tahunnya menyediakan sedikitnya 2,5 juta bibit pohon kepada masyarakat guna mendukung program Revolusi Hijau dan pemulihan kawasan DAS yang kritis.

Kepala BPDASHL Barito Kalsel, Zainal Arifin, Jumat (13/12), mengungkapkan jutaan bibit pohon kayu maupun buah-buahan dibagikan secara gratis kepada masyarakat.

"BPDASHL memiliki tiga persemaian permanen dengan kapasitas produksi bibit 2,5 juta bibit yang dibagikan kepada masyarakat gratis setiap tahunnya," ungkapnya.

Penyediaan bibit oleh BPDASHL Barito ini merupakan dukungan dalam menyukseskan program penghijauan Pemprov Kalsel yang disebut Revolusi Hijau dan program rehabilitasi lahan kritis DAS Barito.

Baca juga: Situs Gunung Padang Induk Destinasi Cianjur

Pada 2019 ini, kegiatan rehabilitasi lahan kritis dari Kementerian LHK seluas 8.300 hektare dan target penanaman dalam program revolusi hijau seluas 32 ribu hektare.

Di Indonesia, saat ini, ada sekitar 14 juta hektare lahan kritis yang tersebar di 17 ribu DAS dan di Kalsel luas lahan kritis seluas 600 ribu hektare tersebar di 183 DAS.

Kamis (12/12), Gubernur Kalsel Sahbirin Noor meresmikan pusat Persemaian Permanen milik BPDASHL Barito di Kota Banjarbaru.

Persemaian ini didesain sedemikian rupa sehingga lebih menarik kalangan generasi muda sebagai tempat rekreasi dan edukasi.

Dalam sambutannya, gubernur mengharapkan generasi milenial dapat berperan aktif membantu upaya pelestarian lingkungan dan menjadikan Kalsel sebagai paru-paru dunia dan Forest City.

BPDASHL Barito memiliki tiga lokasi persemaian permanen yaitu persemaian di Kota Banjarbaru dengan kapasitas 1 juta bibit, Kabupaten Hulu Sungai Selatan berkapasitas 900 ribu bibit dan Kotabaru berkapasitas 600 ribu bibit.

Kegiatan peresmian persemaian permanen ini ditandai dengan pembagian 5.000 bibit pohon buah-buahan kepada masyarakat.

Pada bagian lain, Gubernur Kalsel juga meminta agar program penanaman cabe kembali dihidupkan. (OL-2)

BERITA TERKAIT