13 December 2019, 22:05 WIB

UT Tingkatkan Kualitas Melalui Evaluasi Tingkat Dunia


mediaindonesia.com | Humaniora

UNIVERSITAS Terbuka (UT) kembali mengundang lembaga akreditas dan penjamin kualitas internasional untuk melakukan review terhadap semua layanan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan dan menjamin kualitas layanan pendidikan sehingga menjadi institusi pendidikan tinggi berkelas dunia.

Tahun ini merupakan kali keempat dilaksanakannya quality review oleh International Council for Open and Distance Education (ICDE) setelah sebelumnya dilakukan pada 2005, 2010, dan 2016.

Profesor Alan Tait dari The Open University, Inggris, salah satu reviewer, mengatakan tim pakar ICDE diminta UT untuk membantu melakukan review kualitas. Dengan begitu universitas ini bisa mendapatkan pandangan dari pakar-pakar eksternal tentang kemajuan-kemajuan yang dicapai dan rencana strategis yang mereka miliki ke depan.

"Yang kami review khusunya apa saja ambisi UT dalam tiga tahun ke depan, langkah-langkah untuk meningkatkan lebih banyak lagi mahasiswa, dan upaya memelihara dan meningkatkan kualitas pada saat yang bersamaan. Itu di antara beberapa isu-isu kritis yang kami telaah dan dihadapi oleh UT," ujar Tait di Kampus UT, Tangerang Selatan, Jumat (13/12).

Selain Tait, reviewer dari ICDE lainnya adalah Profesor Shironica Priyanthi Karunanayaka (The Open University of Sri Lanka) dan Profesor Ebba Ossiannilsson (Lund University, Sweden).

"Kami bekerja satu minggu di sini tapi telah banyak menghabiskan waktu untuk membaca dan menelaah dokumen-dokumen yang dikirim UT sebelum kami tiba di sini," terang Tait.

ICDE bertugas memfasilitasi dan memberikan bantuan dalam pelaksanaan kegiatan penelaahan mutu kelembagaan UT. Proses review melibatkan jajaran pimpinan UT, unit di UT, dan UPBJJ, serta para penulis bahan ajar dan tutor serta mahasiswa.

Di kesempatan yang sama, Rektor UT Ojat Darojat menambahkan, layanan yang berkualitas merupakan perhatian besar lembaga pendidikan yang dipimpinnya.

"Kita menghadirka ICDE agar mereka memberikan saran dan masukan kepada UT supaya bisa melaksanakan best practices dan agar pendidikan jarak jauh yang diselenggarakan kampus ini sesuai dengan kaidah dan norma yang dilaksanakan oleh UT-UT lainnya di dunia," ungkapnya.

Fokus review tahun ini, kata Ojat, terutama pada layanan pendukung kegiatan belajar mahasiswa. Dalam hal ini termasuk berkaitan dengan transformasi layanan dari paper based ke digital. 

"Tentang bagaimana UT bisa menyedikan online learning services yang benar-benar berkualitas bagi mahasiswanya bahkan bagi mahasiswa konvensional yang mengambil mata kuliah secara online ke UT," terangnya.

Ojat mengaku secara teknis masukan yang disampaikan oleh ICDE sangat banyak. Yang paling menonjol adalah terkait upaya meningkatkan jumlah mahasiswa UT dari yang saat ini 350 menjadi 1 juta orang. Rekomendasi lainnya adalah menyongsong transformasi digital sehingga UT berfungsi sebagai universitas siber.

"Karena itu harus ada perubahan dan peningkatan infrastruktur dan sumber daya manusia untuk dapat mencapai hal itu," tutur Ojat..

Pelaksanaan review dilaksanakan pada 9-13 Desember di Kantor Pusat UT, UPBJJUT Palembang, UPBJJ-UT Surakarta, dan UPBJJ-UT Denpasar. Di akhir kegiatan tim melaporkan hasil review untuk disampaikan kepada UT serta memberikan rekomendasi yang harus dilaksanakan sebagai langkah perbaikan. (OL-09)

BERITA TERKAIT