14 December 2019, 08:30 WIB

Johnson Ajak Warga Inggris Lupakan Perbedaan


Basuki Eka Purnama | Internasional

AFP/DANIEL LEAL-OLIVAS
 AFP/DANIEL LEAL-OLIVAS
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson

PERDANA Menteri Inggris Boris Johnson, Jumat (13/12), mengajak warga Inggris melupakan perbedaan terkait Brexit saat dia berjanji segera mengantarkan Inggris meninggalkan Uni Eropa pada bulan depan.

Partai Konservatif pimpinan Johnson meraih hasil terbaik dalam tiga dekade dalam pemilu pada Kamis (12/12) setelah berjanji akan mengantarkan Inggris meninggalkan Uni Eropa pada 31 Januari, tenggat baru yang ditetapkan Brussels.

Pemilu dipercepat terbukti sebagai ulangan referendum 2016 yang hasilnya membekukan kepemimpinan politik Inggris dan menyebabkan perpecahan di masyarakat.

Baca juga: UE Desak Parlemen Inggris Perjelas Proposal Brexit

Namun, dalam pidato kemenangan di Downing Street, mantan Wali Kota London itu mengungkapkan dirinya berjanji akan mendengar masukan dari mereka yang menolak Brexit dan akan memimpin pemerintahan yang menyatukan.

"Saya mendesak semua orang untuk berhenti bertengkar dan memulai proses penyembuhan," ujar Johnson, beberapa jam, setelah bertemu Ratu Elizabeth II untuk dipastikan kembali menjadi perdana menteri.

Johnson mempertaruhkan karier politiknya dalam pemilu yang bisa saja mengantarkan kelompok penentang Brexit meraih kemenangan.

Namun, pertaruhan Johnson itu terbayar lunas setelah Partai Konservatif mengamankan 365 kursi di DPR, terbesar sejak era Margareth Thatcher pada 1980-an. (AFP/OL-2)

 

BERITA TERKAIT