14 December 2019, 08:20 WIB

Jokowi Minta Jaga Toleransi Jelang Natal


Akmal Fauzi | Politik dan Hukum

MI/RAMDANI
 MI/RAMDANI
Presiden Joko Widodo.

PRESIDEN Joko Widodo meminta semua pihak untuk menjaga toleransi dan kerukunan jelang perayaan Natal dan Tahun Baru. Hal itu disampaikan dalam rapat terbatas mengenai persiapan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 di Kantor Presiden, Jakarta, kemarin.

"Kita harus terus memperkuat nilai-nilai toleransi, kerukunan, nilai-nilai persaudaraan di antara sesama anak bangsa sehingga dalam menjelang Natal dan Tahun Baru, kenyamanan, rasa aman masyarakat, bisa kita hadirkan," kata Jokowi.

Untuk itu, Presiden menginstruksikan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Idham Azis, dan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan bersinergi untuk mengamankan Natal dan Tahun Baru. "Kami ingin menghadirkan rasa aman di tengah-tengah masyarakat."

Dalam rapat terbatas itu, Jokowi juga ingin memastikan ketersediaan dan stabilitas harga pangan serta bahan pokok terjaga dengan baik. Jokowi ingin pasokan dan distribusi bahan pokok berjalan dengan lancar. "Kemudian berkaitan dengan pelayanan transportasi agar juga disiapkan dengan baik kelancaran, kenyamanan, keselamatan pengguna transportasi harus betul-betul."

 

Tindak tegas

Seusai rapat terbatas, Sekretaris Kabinet Pramono Anung menyatakan Kapolri Idham Azis telah melapor kepada Presiden mengenai kesiapan Polri mengamankan sejumlah ancaman, seperti sweeping, aksi tolak kegiatan ibadah, konflik SARA, hingga tawuran.

"Dalam hal ini Polri akan mengambil tindakan tegas. Presiden meminta Polri, dalam rangka menyambut tahun baru, aksi-aksi seperti itu tidak ada lagi," katanya.

Pramono menyebut Kapolri akan melakukan Operasi lilin yang dimulai pada 19 Desember 2019 hingga 2 Januari 2020 serta melibatkan 161.000 personel TNI, Polri, Satpol PP, dinas perhubungan, dan dinas kesehatan.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, menegaskan pelbagai aksi teror, seperti sweeping oleh oknum tertentu, intoleransi antarumat beragama, serta pembakaran rumah ibadah jelang perayaan Natal dan Tahun Baru, harus diantisipasi sedini mungkin. (Mal/Gol/Pra/Tri/X-10)

BERITA TERKAIT