14 December 2019, 06:15 WIB

Momentum Pencak Silat ke Olimpiade


(Des/R-1) | Olahraga

PENETAPAN pencak silat sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO menjadi momentum untuk makin memperkenalkan cabang olahraga pencak silat ke pentas internasional. Salah satunya ialah memperjuangkan pencak silat dipertandingkan di Olimpiade.

"Pastinya saya ikut bangga dan harta kekayaan seperti ini harus kita jaga dengan baik. Ini juga menjadi satu titik perjuangan lain bagi kita, khususnya kita yang sedang mengupayakan pencak silat bisa menjadi cabang olahraga di Olimpiade," ungkap Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari, kemarin.

Cabang pencak silat memang menjadi salah satu andalan Indonesia di ajang olahraga multievent. Pada SEA Games 2019 Filipina, Indonesia menjadi juara umum cabang pencak silat dengan torehan 2 medali emas, 3 perak, dan 2 perunggu, sedangkan di Asian Games 2018 pencak silat meraih 14 emas dan 1 perunggu.

Di sisi lain, pengamat olahraga Djoko Pekik mengatakan IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia) memiliki tugas paling utama untuk memasyarakatkan pencak silat ke pentas dunia. Menurutnya, IPSI harus bisa membawa pencak silat untuk tidak pernah absen di ajang olahraga multievent internasional.

"Hal yang harus dilakukan tentunya mempertahankan status pencak silat sebagai salah satu cabang olahraga yang dipertandingakan di Asian Games. Dan saat Olimpiade 2032, pencak silat sudah bisa menggaungkan namanya sebagai cabang yang dipertandingkan," katanya.

"Selama ini pencak silat sudah berkembang di beberapa negara Eropa seperti Italia dan Belanda. Kita harus merancang pembinaan ini lewat Persilat (Persekutuan Pencak Silat Antarbangsa). Dari situ kita bisa memasyarakatkan pencak silat di kancah internasional," imbuhnya.

Untuk bisa dipertandingkan di Olimpiade, sebuah cabang olahraga sedikitnya harus memiliki 70-75 federasi. Persilat saat ini memiliki baru 53 negara anggota/federasi. (Des/R-1)

BERITA TERKAIT