13 December 2019, 22:16 WIB

PBB Tawarkan RI Bantuan Transisi Energi Terbarukan


Thalatie K Yani laporan dari Madrid, Spanyol | Humaniora

SEKETARIS Jenderal Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyatakan siap memfasilitasi Indonesia yang tengah melakukan transisi dari energi konvensional ke energi terbarukan. Antonio, kata wakil menteri lingkungan hidup dan kehutanan (LHK) Alue Dohong, akan mengundang beberapa negara yang sudah sukses melakukan transisi tersebut.

"Pak Antonio Guterres siap memfasilitasi untuk mengundang beberapa negara yang sudah melakukan transisi ini untuk bisa juga membantu indonesia," ujar Alue kepada wartawan setelah melakukan pertemuan selama 30 menit dengan sekjen PBB di Ferie de Madrid (IFEMA), Madrid, Spanyol, Kamis (12/12) malam waktu setempat.

Tawaran itu pun disambut baik Alue, apalagi Indonesia tengah melakukan transisi teknologi dari energi konvensional ke enwrgi terbarukan. Sehingga melalui kerjasama itu, Alue berharap dapat belajar banyak terkait transisi teknologi. Sejumlah negara yang sempat disebut ialah Denmark, Italia, Portugal, dan Jerman.

Di samping itu, Indonesia membutuhkan investasi untuk transisi ke energi terbarukan. Dana yang dibutuhkan sekitar US$20miliar untuk bisa menyelesaikan transisi tersebut.

Selama ini transisi masih terkendala dengan teknologi, keahlian, dan investasi meski Indonesia memiliki kandungan energi berupa panas bumi, biomassa, angin, dan air yang cukup besar.

"Indonesia bisa menjadi kekuatan energi terbesar terbaru di dunia kalau semua sumber energi terbarukan kita dieksploitasi," ujar Alue.

Bila transisi tersebut berhasil, maka harga listrik di Indonesia akan turun. Guna menjalankan transisi itu, Indonesia sudah memiliki Rencana Umum Energi Nasional (RUEN).

Dalam pertemuan itu, Guterres sempat menanyakan soal pembangkit listrik bertenaga batu bara, namun Alue menjelaskan kondosi Indonesia dan akhirnya Guterres memahami Indonesia. Dalam high level meeting, Guterres menyebutkan 10 prioritas tentang masalah perubahan iklim. Salah satunya ialah tidak ada lagi pembangunan pembangkit listrik tenaga batu bara pada 2020. (OL-8)

BERITA TERKAIT