13 December 2019, 20:51 WIB

Ekspor Isuzu Traga dengan Fasilitas KITE Diluncurkan Presiden


mediaindonesia.com | Nusantara

Dok Isuzu
 Dok Isuzu
Ekspor perdana produk unggulan terbaru PT Isuzu Astra Motor Indonesia, Isuzu Traga.

BEA Cukai terus memberikan kemudahan berusaha kepada pelaku industri untuk mendorong peningkatan investasi dan ekspor dalam rangka menjalankan fungsi sebagai trade facilitator dan industrial assistance.

Direktorat Fasilitas Kepabeanan bersama Kantor Wilayah Bea Cukai Jawa Barat merealisasikan fungsi tersebut dengan berkontribusi dalam kegiatan pelepasan ekspor perdana pada salah satu pioneer dalam bidang otomotif di Indonesia yang telah mendapatkan fasilitas kemudahan impor tujuan ekspor (KITE), PT Isuzu Astra Motor Indonesia.

Pelepasan ekspor perdana dari produk unggulan terbaru PT Isuzu Astra Motor Indonesia, Isuzu Traga, dilaksanakan di pabrik Isuzu Karawang Plant di Kawasan Industri Suryacipta, Karawang Timur, Kamis (12/12) oleh Presiden Joko Widodo.

Peresmian ini turut dihadiri Menteri Koordinator Perekonomian, Menteri Perindustrian, Menteri Perdagangan, Gubernur Jawa Barat, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Senior Executive Officer Isuzu Motors Ltd, dan Presiden Direktur PT Astra International.

Direktur Kepabeanan Internasional dan Antarlembaga Syarif Hidayat mengungkapkan, ekspor Isuzu Traga telah mendapatkan fasilitas KITE dari Bea dan Cukai yang merupakan salah satu fasilitas untuk mendukung ekspor industri manufaktur.

"Fasilitas itu berupa pembebasan bea masuk dan PPn dan/atau PPnBM impor tidak dipungut untuk impor bahan baku yang diolah, dirakit, dipasang pada barang dan hasil produksinya akan diekspor," ungkap Syarif.

Sebelumnya, PT Isuzu Astra Motor Indonesia telah mendapatkan Fasilitas KITE dari Bea Cukai melalui Kantor Wilayah DJBC Jawa Barat pada Oktober 2019 dan telah melakukan impor bahan baku untuk memproduksi Isuzu Traga. Dari impor tersebut, PT Isuzu Astra Motor Indonesia mendapatkan pembebasan bea masuk dan tidak dipungut PPN impor yang tentunya sangat membantu, terutama dalam cash flow perusahaan.

Pada 2015, PT Isuzu Astra Motor Indonesia memindahkan pabrik yang sebelumnya berada di Pondok Ungu, Bekasi, ke pabrik baru di Kawasan Suryacipta City of Industry di Karawang. Pabrik Isuzu Karawang Plant memiliki luas lahan 30 hektare dengan kapasitas regular 52.000 unit per tahun dan dapat dioptimalkan hingga menjadi 80.000 unit per tahun. Pendirian perusahaan ini memberikan dampak yang sangat besar bagi perekonomian Indonesia, khususnya di Kabupaten Karawang.

Dengan penanaman investasi senilai Rp2 triliun, perusahaan berhasil menyerap hampir 1.000 tenaga kerja terampil dari daerah Kwarawang dan sekitarnya.

Selain itu, perusahaan memberikan penambahan devisa yang tidak kalah besar senilai Rp400 miliar per tahun kepada negara dengan perkiraan akan memberikan sumbangan kepada negara senilai Rp5 miliar per tahun dari segi PPh 22.

Filipina adalah negara tujuan pertama dari ekspor Isuzu Traga dengan rencana total 6.000 unit hingga akhir 2020 dan akan memberikan kontribusi pada devisa Negara diestimasikan mencapai US$66 juta per tahun. Pada tiga tahun ke depan, Isuzu Indonesia berencana untuk memperluas negara tujuan ekspor Isuzu Traga hingga lebih dari 20 negara, tidak hanya di Asia Tenggara, namun juga Timur Tengah, Amerika Latin, serta beberapa negara di Afrika.  

"Ekspor Isuzu Traga tidak hanya berdampak pada lingkaran internal dari Isuzu Indonesia sendiri, melainkan juga pada lingkaran eksternal bisnis Isuzu. Kegiatan ekspor membutuhkan penambahan supplier hingga total penyuplai yang terlibat mencapai 119 perusahaan. Secara keseluruhan, ekspor akan memberikan tambahan penghasilan bagi para supplier hingga US$9 juta per tahun, serta penambahan omset untuk perusahaan logistik dapat mencapai US$300 ribu per tahun," tambah Syarif.

Selanjutnya, pada saat ini Bea Cukai terus berfokus untuk melaksanakan fungsi trade facilitator dan industrial assistance nya secara lebih masif lagi, guna mendukung dan meningkatkan investasi dan ekspor serta mendukung neraca perdagangan nasional agar terus meningkat. Dengan gebrakan dari Isuzu Tagra ini, diharapkan akan bisa lebih memacu industri manufaktur Indonesia, baik juga dari bidang otomotif maupun non-otomotif untuk berlomba-lomba memanfaatkan fasilitas KITE dan fasilitas lainnya yang diberikan Bea Cukai untuk bersama-sama meningkatkan ekspor Indonesia dan bersaing dalam pasar dunia. (X-15)

Baca juga: Bea Cukai Tambah Izin Fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor

Baca juga: Kemenkeu Jelaskan Temuan Moge Di Dalam Pesawat Garuda

Baca juga: Bea Cukai Nunukan Mencanangkan Zona Integritas

BERITA TERKAIT