14 December 2019, 03:15 WIB

Situs Gunung Padang Induk Destinasi Cianjur


MI | Nusantara

ANTARA
 ANTARA
Situs Gunung Padang

SITUS megalitikum Gunung Padang di Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka,

Kabupaten Cianjur, didorong oleh DPRD Jawa Barat (Jabar) menjadi induk destinasi wisata di Cianjur. DPRD bahkan akan memfasilitasi Pemkab Cianjur untuk mendapatkan anggaran tidak terbatas untuk menata dan mengembangkan situs prasejarah itu.

Alasan Gunung Padang harus menjadi induk destinasi wisata di Kabupaten Cianjur didasari oleh pertimbangan bahwa di masa mendatang aksesibilitas infrastruktur dari berbagai wilayah menuju daerah itu sangat mendukung, antara lain, adanya akses Tol Sukabumi-Cianjur-Bandung, optimalisasi kereta api Sukabumi-Cianjur-Bandung, dan pembangunan jalur Puncak II.

"Akses pariwisata ke Cianjur akan ramai. Karena itu, mau tidak mau kami harus memacu Gunung Padang menjadi induk wisata di Kabupaten Cianjur," kata Wakil Ketua DPRD Jabar Ade Barkah Surachman di Cianjur, Kamis (12/12)

Menurutnya, berdasarkan hasil diskusi dengan jajaran Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Cianjur, selama ini upaya penataan dan pengembangan situs Gunung Padang terbentur berbagai aturan yang terkesan tumpang-tindih. Ada hal yang kaitan pembangunannya harus dilakukan oleh pemerintah pusat dan juga ada yang harus oleh Pemkab Cianjur.

"Kami lalu membuat terobosan bahwa (pemerintah) provinsi menyanggupi membangun (Gunung Padang) sampai mana. Bahkan tadi Pak Irfan (Suryanegara, anggota DPRD Jabar lainnya) menantang Pemkab Cianjur, berapa biaya yang diperlukan supaya Gunung Padang ramai," tegas Ade.

Kepala Disparpora Cianjur, Yudi Ferdiana, mengapresiasi langkah yang akan dilakukan DPRD Jawa Barat untuk pengembangan Gunung Padang. Karena itu, ia segera bersinergi dengan Dinas Pariwisata Jabar.

Sementara itu, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalimantan Selatan (Kalsel) membangun sejumlah penerangan jalan bertenaga surya di lokasi wisata. Hal itu dilakukan sebagai salah satu upaya dalam mendukung pengembangan industri pariwisata di daerah itu.

Kepala Seksi Konservasi Energi, Dinas ESDM Kalsel Indri Rina Sari mengatakan sebanyak 10 lampu tenaga surya itu dipasang di kawasan wisata alam Taman Hutan Raya Sultan Adam dan Desa wisata Belangian, Kabupaten Banjar. (BB/DY/N-1)

BERITA TERKAIT