13 December 2019, 19:07 WIB

Banyak Manfaat, DPR Dorong Bodycam dipakai Berbagai Satker Polri


Putri Rosmalia Octaviani | Politik dan Hukum

MI/M. Irfan
 MI/M. Irfan
Anggota Komisi III DPR Fraksi Partai NasDem Ahmad Sahroni

KOMISI III DPR RI berharap penggunaan bodycam dilakukan Polri tak hanya diterapkan pada Direktorat Lalu Lintas. Penggunaan bodycam pada satuan tugas lain seperti Sabhara, Reskrim dan Narkoba diyakini dapat membuat Polri semakin profesional, moderen dan terpercaya (Promoter).

Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengatakan, teknologi bodycam yang dilengkapi panic button dan GPS akan memberikan banyak keuntungan terhadap Polri. Khususnya dalam memberikan pelayanan, pengungkapan kasus, hingga pengawasan.

Menurutnya teknologi itu seharusnya dapat diterapkan pula pada satuan kerja lain. Khususnya yang bersentuhan dengan masyarakat secara langsung. Termasuk untuk menjaga aksi demonstrasi, Reserse, dan narkoba.

“Inovasi bodycam lengkap dengan fitur panic button dan GPS yang akan diterapkan pada seragam anggota Patroli Jalan Raya (PJR) sangat bagus. Dengan teknologi ini banyak manfaat diperoleh seperti pemantauan arus lalu lintas, bantuan pengejaran pelaku kejahatan yang melintas di jalan raya hingga pemantauan keberadaan para anggota PJR,” kata Sahroni.

Sahroni menegakan, penggunaan bodycam dengan panic button dan GPS akan membuat masyarakat semakin percaya sehingga stigma negatif terhadap Polri akan terkikis.

Baca juga : Bodycam Seragam Polisi Diaktifkan Hari Ini

Dalam penanganan aksi demo dicontohkan Sahroni, masih banyak masyarakat yang menganggap penjagaan dilakukan Polri masih terkesan represif dan melanggar HAM.

“Dengan adanya bodycam, akan terlihat bagaimana kondisi pengamanan dilakukan sebenarnya. Apakah memang ada oknum yang melakukan tindakan kesewenang-wenangan atau tindakan dilakukan Polri bersifat pertahanan karena terus menjadi sasaran massa. Gambar tersimpan dapat membantu pimpinan menentukan sikap saat terjadi peristiwa kekerasan yang dituduhkan kepada Polri saat menjaga demonstran,” papar Sahroni.

Sebelumnya diberitakan media massa, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya memastikan kesiapan 100 unit bodycam pada 2020 untuk dipasangkan pada seragam anggota Patroli Jalan Raya (PJR).

Kasatgas E-TLE Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Arif Fazrulrahman mengungkapkan, di penghujung 2019 ini baru ada 16 kamera yang akan digunakan oleh anggota PJR. (OL-7)

BERITA TERKAIT