13 December 2019, 22:20 WIB

India Blokir Akses Internet


Melalusa Susthira K | Internasional

Ilustrasi
 Ilustrasi
 India Blokir  Akses Internet

AKSES internet di kota Guwahati, timur laut India, diblokir pada Jumat (13/12). Pemblokiran itu terjadi ketika ribuan massa berkumpul untuk memprotes rancangan undang-undang (RUU) kewarganegaraan yang kontroversial disahkan menjadi undang-undang oleh Presiden India Ram Nath Kovind.

Seorang pejabat pemerintah setempat mengatakan bahwa akses internet di Guwahati, yang merupakan kota utama negara bagian Assam, telah terputus. Adapun seorang wartawan AFP mengkonfirmasi bahwa koneksi internet tampaknya telah ditangguhkan pemerintah setempat.

Ribuan orang berkumpul di pusat kota Guwahati dengan polisi anti huru hara yang terus mengawasi. Sementara itu sejumlah penduduk lainnya bergegas membeli barang-barang kebutuhan pokok karena meletusnya demonstrasi tersebut.

Tak hanya Guwahati, pemerintah negara bagian Meghalaya juga telah memutus akses internet seluler. Sejak Kamis (12/12) malam, sebagian daerah ibu kota negara Meghalaya, Shillong, juga diberlakukan aturan jam malam oleh pemerintah setempat.

“Mereka tidak bisa menempatkan menerima apa pun di tanah air kami. Ini tidak bisa diterima. Kami akan mati, tetapi tidak membiarkan orang luar menetap di sini,” ujar seorang, Manav Das, Jumat (13/12).

“Kami akan mengalahkan pemerintah dengan kekuatan rakyat dan pemerintah akan dipaksa untuk mencabut hukum,” tukas aktivis setempat, Samujal Battacharya.

Tidak ada kekerasan baru yang dilaporkan terjadi, namun Guwahati maupun daerah lainnya di India tampak kacau dalam beberapa hari terakhir. Beberapa jalan terhalang oleh pohon tumbang, tiang beton, batu dan pagar besi. Banyak mesin ATM yang kehabisan uang tunai dan sebagian besar pompa bensin juga tutup. Ratusan penumpang pesawat terjebak di bandara Guwahati dibawa ke kota dengan bus pemerintah dan pengawalan polisi.


RUU Kewarganegaraan

Sebelumnya pada Kamis (12/12), polisi India menembakkan peluru tajam maupun peluru kosong saat ribuan berdemonstran berkumpul di Guwahati, menyusul massa lainnya yang turun ke jalan di sejumlah daerah India. Demonstrasi tersebut diwarnai dengan aksi pengrusakan sejumlah bangunan dan kendaraan.

Sedikitnya dua demonstran tewas ditembak aparat dalam demonstrasi yang meletus Guwahati tersebut. Keduanya merupakan bagian dari sekitar 20 orang yang dirawat di rumah sakit. Seorang dokter di rumah sakit Guwahati, Ramen Talukdar, menyebut di antara 20 orang yang terluka tersebut memiliki luka tembak.

RUU Amendemen Kewarganegaraan (CAB) yang ditandatangani menjadi undang-undang oleh Presiden India Ram Nath Kovind pada Kamis (12/12) malam, memungkinkan permohonan kewarganegaraan imigran dari tiga negara tetangga yakni Bangladesh, Afghanistan, dan Pakistan, diproses cepat bagi mereka yang beragama Hindu, Sikhisme, Budha, Jainisme, Parsi, dan Kristen.

UU Amendemen Kewarganegaraan yang mengecualikan pemeluk Islam dinilai bagian dari agenda nasionalis Hindu oleh PM India Narendra Modi untuk memarginalkan pemeluk agama Islam di India. (AFP/Hym/I-1)

BERITA TERKAIT