13 December 2019, 18:18 WIB

Sumsel Gelontorkan Rp145 Miliar untuk Stunting


Dwi Apriani | Nusantara

MI/Dwi Apriani
 MI/Dwi Apriani
Gubernur Sumsel Herman Deru

PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Sumatra Selatan (Sumsel) gelontorkan Rp145 miliar untuk antisipasi stunting.

"Stunting ini bukan soal gizi saja tapi kesadaran mereka mengolah gizi karena banyak juga orang yang mampu dan mereka makan daging terus tiap hari kan tidak sehat juga. Artinya ini membutuhkan pengetahuan. Dan masalah stunting ini butuh peran semua pihak bukan hanya ahli gizi, Dinkes tapi PU juga karena memerangi stunting ini akan kita mulai dari penyediaan sanitasi yang baik," ujar Gubernur Sumsel, Herman Deru, Jumat (13/12).

Menurut dia, kasihan sekali jika generasi mendatang masih harus merasakan menderita stunting. Hal ini tentu bukan hanya menjadi tanggung jawab Dinkes saja tapi juga Diskominfo, Dinas PU dan lainnya.

Baginya tak perlu membangun sesuatu yang belum jelas manfaatnya bagi masyarakat jika pembangunan fisik masyarakat itu sendiri belum maksimal.

Ditanya soal penyebab utama stunting Sumsel, ia mengungkapkan bahwa penyebab utama stunting adalah pemenuhan gizi.

Hal ini diperparah jika seorang ibu hamil tidak memiliki pengetahuan memadai soal asupan yang dibutuhkan untuk pertumbuhan anaknya.

"Jadi pengetahuan si ibu juga penting. Makanya saya minta di kelurahan-kelurahan dan desa di Kaur Umum nya kalau bisa ada kerjasama dengan ahli gizi. Biar sosialisasi ini bisa terus digencarkan," jelasnya.

Ia mengatakan, akar masalahnya penyebab adanya stunting ini bukan karena masalah mampu dan tidak mampu. Tapi kesadaran masyarakat bahwa asupan bergizi tidak harus mahal.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumsel Lesty Nurainy mengungkapkan, penyebab utama masalah stunting adalah status kesehatan ibu dan asupan gizi. Dimana status kesehatan ibu tersebut dipengaruhi beberapa hal berupa pelayanan kesehatan, asupan dan yang paling penting juga adalah masalah sanitasi.

"Kalau khusus untuk masalah gizi itu tindakan yang kita ambil adalah memperbaiki keseluruhan baik sanitasi ketahanan pangan, air bersihnya kemudian pelayanan kesehatannya supaya masyarakat bisa menjangkau pelayanan kesehatan," jelas Lesty.

Saat ini, kata Lesty, angka stunting Sumsel masih di bawah angka nasional untuk Bayi Dua Tahun sebesar 29,8 persen dan Balita 31,7 persen. (OL-11)

 

 

BERITA TERKAIT