13 December 2019, 17:54 WIB

Sampang dan Badung Masih Diterjang Angin Kencang


M Ghazi/Ruta/Arnold | Nusantara

Ilustrasi
 Ilustrasi
Angin kencang

Angin kencang masih terjadi di sejumlah daerah di Tanak Air. Dua desa di Kabupaten Sampang, Jawa Timur (Jatim) serta Kabupaten Badung, Bali, angin kencang menumbang sejumlah pohon dan merusak beberapa tempat suci, Jumat (13/12).

Belasan rumah rusak serta aliran listrik padam terjadi di Desa Palanggaran Timur dan Palanggaran Barat, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, setelah angin kencang disertai hujan menerjang daerah itu.

"Setelah angin kencang menerjang, banyak pepohonan yang tumbang menimpa kabel listrik. Ang reda setelah turun hujan," kata Munawwir, warga Desa Palanggaran Barat.

Menurutnya, banyak warga yang panik dan mencari tempat yang aman di dalam rumah mereka. Beberapa pengendara menyelamatkan diri ke sejumlah bangunan yang dianggap aman.

Camat Banyiates, Fajar Sidik, mengatakan berdasar pendataan yang dilakukan, terdapat 16 rumah di Desa Palanggaran Barat dan 7 rumah di Palanggaran Timur. Kerusakan yang dialami masuk dalam kategori sedang dan ringan. Sebagian besar mengalami kerusakan di bagian atap.

Sejauh ini, jelas dia, tidak ada laporan adanya korban jiwa. Sementara beberapa warga memilih mengungsi ke bangunan musala karena rumah mereka tidak bisa ditempati.

Sementara itu, pohon tumbang disejumlah titik di Kabupaten Badung juga terjadi setelah hujan deras dan angin kencang menerjang wilayah tersebut.

Seperti yang terjadi di Banjar Delod Pasar, Desa Taman, Kecamatan Abiansemal, pohon berukuran cukup besar jenis kutat tumbang dan menimpa beberapa unit bangunan tempat suci Hindu milik Made Sumadi,65, hingga ambruk termasuk tembok pembatas areal pura.  Kerugian material masih dihitung.

Di tempat berbeda pohon jenis jenis albesia juga tumbang melintang di tengah jalan hingga menutup akses jalan di wilayah Banjar Telugtug, Desa Carangasari, dekat monumen pahlawah nasional I Gusti Ngurah Rai. Selain menutup akses jalan, pohon ini juga menimpa kabel listrik PLN hingga terputus.

Sedangkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggandeng seluruh stakeholder terkait untuk menghadapi anomali cuaca yang terjadi di Bali.

Kepala BPBD Bali I Made Rentin mengatakan, Bali yang sesungguhnya sudah memasuki musim hujan namun hingga saat ini hujan belum merata di Bali dan intensitasnya masih digolong rendah.

"Kami mengundang semua pihak untuk melakukan antisipasi bersama dengan perannya masing-masing. Sebab musim hujan di Bali belum seberapa dan agak sedikit terlambat. Prediksinya akan terjadi hujan lebat mulai akhir Desember dan mundur beberapa waktu ke depan. Untuk itu semua pihak kita ajak bersinergi melakukan antisipasi berbagai kemungkinan bencana yang ada," ujarnya di Denpasar, Jumat (13/12). (OL-11)

BERITA TERKAIT