13 December 2019, 17:12 WIB

MA Kembali Potong Hukuman Koruptor Lagi!


Dhika kusuma winata | Politik dan Hukum

MI/ Mohamad Irfan
 MI/ Mohamad Irfan
Pencoleng uang rakyat Samsu Umar Abdul Samiun

MAHKAMAH Agung (MA) kembali mengurangi hukuman terpidana kasus korupsi. Kali ini, MA mengabulkan peninjauan kembali (PK) mantan Bupati Buton Samsu Umar Abdul Samiun dan hukumannya dikurangi 9 bulan penjara.

"Pidana turun dari penjara selama 3 tahun 9 bulan menjadi penjara 3 tahun. Sementara dendanya tetap Rp150 juta dan subsider pengganti denda tetap 3 bulan kurungan," kata juru bicara MA Andi Samsan Nganro saat dikonfirmasi, Jumat (13/12).

Dalam putusan yang dibacakan pada Kamis (12/12) itu, majelis hakim yang beranggotakan hakim Suhadi, Eddy Army, dan Mohammad Askin itu membatalkan judex factie dan mengadili kembali terdakwa.

Samsu tetap terbukti melanggar Pasal 6 Ayat (1) huruf a Undang-Undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Adapun pada putusan di Pengadikan Tipikor Jakarta pada 2017 lalu, Samsu divonis 3 tahun 9 bulan.

Samsu Umar merupakan penyuap mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar. Ia menyuap Akil senilai Rp1 miliar diduga untuk memengaruhi putusan perkara di MK mengenai perselisihan hasil Pilkada Buton 2011.

Kala itu, Samsu kalah dalam pilkada itu kemudian mengajukan gugatan ke MK. Gugatannya dikabulkan dan MK meminta diadakan pemungutan suara ulang. Samsu lalu memenangi pemilihan, namun ia kemudian ditetapkan tersangka oleh KPK.

Menanggapi putusan PK tersebut, Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan pihaknya belum menerima salinan putusan tersebut dan berkoordinasi dengan pihak MA. Febri mengatakan putusan tersebut hanya mengurangi masa pidana Samsu Umar bukan membebaskan.

"Informasinya pada putusan PK, tetap terdakwa melakukan korupsi, yaitu melanggar Pasal 6 ayat (1) huruf a UU Tipikor dan dijatuhi hukuman pidana penjara 3 tahun dan denda Rp150 juta," tandasnya.

Belum lama ini, MA juga ramah kepada koruptor. MA mengurangi hukuman mantan Ketua DPD Irman Gusman menjadi 3 tahun penjara pada tingkat Peninjauan Kembali (PK). Patrialis Akbar juga menikmati kebaikan MA setelah mengurangi hukumannya menjadi 7 tahun penjara. Hal serupa terjadi pada Choel Mallarangeng, Mohammad Sanusi hingga Idrus Marham. (OL-8)

BERITA TERKAIT