13 December 2019, 15:30 WIB

Kontribusi Indonesia di Pasar Halal Dunia Sangat Kecil


Faustinus Nua | Ekonomi

ANTARA/Ampelsa
 ANTARA/Ampelsa
Pengunjung menyaksikan sejumlah produk Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang dipamerkan pada kegiatan penyerahan sertifikat halal di Aceh

WAKIL Presiden (Wapres) Republik Indonesia Ma'ruf Amin mengungkapkan kontribusi Indonesia di pasar halal dunia masih sangat kecil. Pasalnya, sebagai negara dengan umat muslim terbesar, Indonesia hanya menyumbangkan 3,8% dari total US$2,1 triliun pasar halal dunia untuk 2017.

"Laporan Global Islamic Economic Report 2019, Indonesia tertinggal jauh dibandingkan dengan Brasil yang merupakan eksportir produk halal nomor 1 di dunia dengan nilai US$5,5 miliar yang disusul Australia dengan nilai US$2,4 miliar," kata dia dalam sambutan acara pelantikan pengurus Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) di Jakarta (13/12).

Wapres menjelaskan bahwa pada 2018, Indonesia telah membelanjakan US$214 miliar untuk produk halal atau mencapai 10% dari pangsa produk halal dunia.

Dengan angka tersebut, lanjutnya, Indonesia menjadi negara yang paling besar dalam hal belanja produk-produk halal dibandingkan dengan negara-negara mayoritas muslim lainnya.

Baca juga: Produk Asing Banjiri E-Commerce Indonesia Hingga 90 Persen

"Sayangnya, Indonesia hanya menjadi konsumen dan 'tukang stempel' untuk produk halal yang diimpor. Padahal sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia seharusnya dapat menjadi produsen produk halal untuk kebutuhan pasar domestik dan bahkan dapat menjadi eksportir produk-produk halal untuk pasar halal dunia," imbuhnya.

Di sektor ekonomi dan keuangan Syariah, Ma'aruf mengatakan pengembangan masih jauh dibandingkan dengan potensinya.

Sampai Januari 2019, market share keuangan syariah di Indonesia, termasuk perbankan dan asuransi, baru mencapai 8,6%. Sedangkan khusus untuk perbankan Syariah bahkan baru mencapai 5,6%.

"Oleh karena itu, diperlukan dukungan dan komitmen yang sungguh-sungguh, termasuk dari Ikatan Ahli Ekonomi Islam agar perkembangan ekonomi dan keuangan Syariah dapat semakin cepat dalam mendukung perekonomian nasional untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat," kata dia.(OL-2)

BERITA TERKAIT