13 December 2019, 12:50 WIB

Erick akan Lacak Hotel-Hotel Milik BUMN


Faustinus Nua | Ekonomi

ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
 ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
Menteri BUMN Erick Thohir

MENTERI Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan jumlah anak dan cucu perusahaan pelat merah saat ini sudah terlalu banyak. Selain itu, bisnis yang dijalankan juga sudah berbeda dengan induk perusahaan. Di sektor perhotelan, tercatat BUMN memiliki 85 hotel.

"Saya rasa nanti kalau benar datanya BUMN punya 85 hotel dan jadi salah satu pemain hotel terbesar, bisa dimerger ke salah satu BUMN yang memang bergerak di sektor perhotelan," kata Erick di sela-sela seminar Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) di Jakarta, Jumat (13/12).

Ia melanjutkan apabila Peraturan Menteri (Permen) dan Peraturan Pemerintah (PP) yang diajukan kepada Presiden direview, maka akan banyak anak perusahaan dan cucu yang dimerger ataupun dilikuidasi. Bisnis perhotelan, ujar Erick, akan ditangani oleh satu perusahaan yang bergerak di sektor tersebut.

"Itu nantinya apa kita gabung pemilik saham. Nanti mereka punya saham di perusahaan baru atau BUMN. Sudah listing kinerja tidak bagus bisa digabung kesitu," tuturnya.

Baca juga: Kementerian BUMN Siapkan Wadirut PLN Dampingi Rudiantara

Erick juga menyoroti PT Pertamina yang memiliki ratusan anak perusahaan. Menurutnya, anak dan cucu perusahaan minyak negara tersebut perlu ditinjau lagi agar tidak ada yang menyebabkan kerugian induk perusahaan.

"Ternyata di Pertamina ada 142 perusahaan, ini kita minta komut dan dirut maping. Usahanya apa, terus gimana kesehatan perusahaannya. Saya nggak mau 142 perusahaan di Pertamina hanya oknum-oknum yang menggerogoti Pertamina. Itu saya minta laporan dirut dan komut," imbuhnya.(OL-5)

BERITA TERKAIT