13 December 2019, 11:57 WIB

Jumat Ngopi Cara ASN Temanggung Promosi Kopi Lokal


Tosiani | Nusantara

MI/Tosiani
 MI/Tosiani
Para ASN di lingkup Pemkab Temanggung Jawa Tengah setiap Jumat menikmati kopi lokal sebagai ajang promosi. 

USAI berolahraga, puluhan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan tenaga honorer di lingkungan Pemkab Temanggung, Jawa Tengah berkumpul di halaman, Jumat (13/12/2019). Hari ini merupakan gelaran Pasar Tani dan Pekarangan (Pastakaran) kedua di bulan Oktober. Mereka dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinpermades), Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, serta Dinas Peternakan dan Perikanan (Peterikan) yang kantornya berada di satu kompleks Kawasan Jalan Suyoto, Jampiroso.

Belasan stan berjajar di bagian pinggir menjajakan aneka makanan dan produk olahan hasil tanaman di pekarangan rumah, hasil pertanian, dan tanaman bunga. Tepat di depan Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, sejumlah ASN  dan tenaga honorer yang sebelumnya telah dilatih menjadi barista tengah menyiapkan kopi menggunakan berbagai alat seperti grinder, teko, dan dripper. Kopi disajikan dalam cup cup kecil, lalu dibagikan pada seluruh pengunjung dan para pegawai. Mereka menikmati kopi bersama-sama, sembari ngobrol dan bercanda.

Pemandangan semacam itu, menurut Zaenu Fitroni, penggagas Pastakaran dapat ditemui setiap hari Jumat, di sela gelaran Pastakaran. Jika hari Jumat pada minggu pertama, Pastakaran digelar di area kantor Setda  Temanggung. Sedangkan pada hari Jumat pekan kedua hingga keempat Pastakaran, diselenggarakan di kompleks kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan.

"Adapun acara hari minum kopi bersama sekaligus menindaklanjuti Surat Edaran (SE) Bupati Nomor 500/513/IX/2019 tentang hari Jumat sebagai hari minum kopi. Surat ini dikeluarkan pada September lalu," terang Zaenu yang kesehariannya menjabat sebagai Pengawas Mutu Hasil Pertanian, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Temanggung.

Gelaran pertama Pastakaran, katanya, diadakan pada 8 Februari lalu. Ketika itu belum ada acara minum kopi bersama. Acara minum kopi bersama muncul sejak sebulan sebelum dikeluarkannya SE Bupati tentang hari Jumat sebagai hari minum kopi bersama.

Ia menjelaskan, tiap minggu pertama kegiatan digelar di halaman kantor Setda, lalu minggu 2-4 di kompleks tiga dinas itu.

"Untuk acara ini, kopi yang disediakan pada minggu pertama bisa sampai 1 kg roasted bean. Minggu 2-4 kisaran 0,5 kg. Jenis kopinya ganti-ganti. Belum semua kopi dipakai karena minum kopi bareng baru dua bulan," tutur dia.

Ia menerangkan, tujuan kegiatan minum kopi bersama ini adalah untuk meningkatkan promosi dan kecintaan masyarakat pada kopi Temanggung. Apalagi Temanggung sebagai sentra penghasil kopi.

Sementara ini, kopi yang sudah dipakai tiap gelaran selama dua bulan ini dari kopi Kandangan, robusta Kedawung di Kecamatan Gemawang, dan arabika Desa Pagergunung di Kecamatan Bulu. Memang belum semua kopi dari berbagai kecamatan digunakan. Namun secara bergiliran kopi-kopi dari berbagai desa akan digunakan dalam acara tersebut.

"Itu kopi sampel dari daerah-daerah yang dipakai. Petani banyak nitip ke kita," katanya.

Total brand kopi di Temanggung ada 214 yang terdaftar. Pada acara Jumat Ngopi, ada 39 merek yang dijual dan dipromosikan di kalangan PNS Pemkab Temanggung.

"Ada pula karyawan PNS dan honorer yang dilatih barista, jumlahnya ada empat orang. Ini untuk keperluan mempromosikan kopi," katanya.

Hasyim Asyari petugas pendamping pertanian, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan mengaku mengikuti kursus barista dengan dibiayai dinas. Kursus tersebut ia jalani sejak 2017. Ia juga mempraktekannya dengan peralatan kopi dari dinas tiap kali ada gelaran minum kopi bersama tiap Jumat.

"Saya belajar manual brewing. Pernah juga kursus di Jember soal uji cita rasa selama tiga hari untuk mengetahui kualitas dan cita rasa kopi. Di Yogyakarta, saya belajar teknik menyeduh selama dua hari," terang Hasyim.

Bupati Temanggung Muhammad Al Khadziq mengatakan dikeluarkannya surat edaran tentang hari Jumat sebagai hari minum kopi adalah untuk promosi kopi Temanggung. Hal ini juga diharapkan dapat meningkatkan rasa percaya diri petani, serta memasyarakatkan kopi Temanggung di kalangan masyarakat sendiri.

baca juga: Pengawal Harga Bahan Pokok Turun ke Daerah

"Surat edaran ini bersifat imbauan. Setelah ini akan terus ada sosialisasi supaya masyarakat gemar minum kopi dan menyukai kopi Temanggung. Tapi bukan berarti selain hari Jumat tidak minum kopi, setiap hari mesti minum kopi, hanya saja di hari Jumat porsinya ditambah," kata Khadziq. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT