13 December 2019, 11:50 WIB

Pengawal Harga Bahan Pokok Turun ke Daerah


Agus Utantoro | Nusantara

BULAN ini Tjahya Widayati mendapat tugas dari Kementerian Perdagangan ke Pontianak, Kalimantan Barat, kemarin. Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komiditi itu bisa tersenyum lega saat mendapati harga-harga kebutuhan pokok relatif stabil.

Pantauannya ke Pasar Tradisional Flamboyan mendapati harga beras, gula pasir, minyak goreng curah, daging ayam, daging sapi, telur ayam, cabai, dan bawang tidak mengalami gejolak. "Pasokannya juga terjaga, tidak ada kendala," ungkap Tjahya.

Dia tidak asal ngomong. Selain ke pasar tradisional, Tjahya juga mendatangi gudang Bulog Kalimantan Barat, ritel modern, dan gudang distributor bahan pokok. "Saya pastikan pasokan aman."

Menjelang Hari Natal dan Tahun Baru, Kementerian Perdagangan memprogramkan pantuan ke pasar rakyat di 15 daerah. Sementara itu, Tim Penetrasi Pasar akan diterjunkan ke 82 kabupaten/kota untuk mengawal pasokan kebutuhan pokok.

"Kami ingin masyarakat dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan tenang tanpa mengkhawatirkan gejolak harga bahan pokok di pasar," pungkas Tjahya.

Kabar baik juga didapati Tim Pemantau Inflasi Daerah DI Yogyakarta saat mendatangi pasar tradisional dan distributor bahan pokok. "Di pasar dan gudang Bulog, ketersediaan beras mencukupi," ungkap Asisten Daerah Tri Saktiyana.

Di Bulog Kedu tersedia beras 40.000 ton, yang cukup untuk persediaan 4-5 bulan ke depan. Selain itu, tersedia minyak 23.000 liter, tepung terigu 19 ton, dan gula pasir 200 ton.

Stok yang cukup juga membuat harga barang di Pasar Kranggan dan Beringharjo tak melonjak. "Hanya harga cabai yang naik dari Rp28.000 menjadi Rp32.000," tambah Tri.

Meski belum ada gejolak harga, Bulog Maumere tetap melakukan operasi pasar di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. "Kami menjual beras, gula, terigu, dan minyak dengan harga murah," ujar Kepala Bulog Maumere, Marselina B Rihi.

Sementara itu, kenaikan harga kebutuhan pokok terjadi di Tasikmalaya dan Ciamis, Jawa Barat. Beberapa komoditas yang harganya naik ialah telur, daging ayam, dan cabai merah. (AU/PT/AD/N-2)

BERITA TERKAIT