13 December 2019, 11:40 WIB

Korban Bencana Berjatuhan


Liliek Dharmawan | Nusantara

MI/Supardji Rasban
 MI/Supardji Rasban
Puting Beliung Hantam Bangunan SMK di Brebes.

KIRTAJI, 80, masih berada di kebun saat hujan disertai angin kencang bertiup, kemarin. Warga Desa Panusupan, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, itu tidak berdaya menghindar ketika satu pohon albasia miliknya tumbang dan menimpa tubuhnya.

"Kirtaji meninggal dunia di tempat kejadian. Ia ditemukan istrinya yang mencarinya setelah hujan dan angin kencang mereda," ujar Kapolsek Rembang, Inspektur Satu Sunarto, kemarin.

Korban ditemukan tergeletak di kebun dengan tubuh berada di bawah pohon yang tumbang. Meski kemudian dilarikan ke puskesmas, korban sudah tidak bernyawa.

"Kami meminta warga untuk waspada. Bahaya hujan dan angin kencang masih mengancam," lanjut Sunarto.

Tadi malam, banjir bandang menerjang Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Puluhan rumah rusak dan dua warga tewas.

Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sigi, Ahmad Yani, menyatakan banjir bandang terjadi di Dusun II Pangana, Desa Bolapapu. "Puluhan rumah rusak terendam air bercampur lumpur."

Dua korban tewas ialah Yan Kristison, 50, dan anaknya, Riski, 10. Mereka tertimbun lumpur di dalam rumah.

Sebelumnya, banjir luapan air sungai di Kabupaten Rokan Hulu, Riau, juga menyebabkan Citra Ayu Nurlina, 4, warga Kelurahan Koto Lama, Kecamatan Kunto Darussalam, kehilangan nyawa. Ia terseret arus air saat bermain di dekat rumah.

"Ketika itu gorong-gorong tertutup oleh luapan air banjir. Korban terperosok ke parit gorong-gorong sehingga hanyut terseret arus banjir," kata Humas Polres Rokan Hulu, Inspektur Dua Fery Fadhly.

Tingginya curah hujan di hulu Sungai Kampar yang berada di wilayah Sumatra Barat memaksa pengelola Waduk Koto Panjang, Kabupaten Kampar, membua lima pintu pelimpahan air. Akibatnya, ketinggian air di Sungai Kampar meningkat hingga 60 sentimeter.

 

Tingkatkan kewaspadaan

Hujan deras dan angin kencang juga menimbulkan bencana di sejumlah daerah. Di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, 17 desa di 4 kecamatan terdampak.

"Satu rumah roboh dan belasan rumah mengalami kerusakan," ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Umar Ghoni.

Terjangan angin yang disertai hujan deras juga mengakibatkan puluhan pohon tumbang di sepanjang jalan protokol. Angin juga merusakkan sejumlah infrastruktur fasilitas umum dan tempat usaha warga.

"Tim Reaksi Cepat sudah disiagakan. Tim gabungan, terdiri atas dinas pemadam kebakaran dan dinas lingkungan hidup, juga bersiap melakukan tindakan yang dibutuhkan," tambah Umar.

Puluhan rumah juga rusak saat angin kencang menerjang dua desa di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Di Madura, selain Sumenep, angin kencang juga melanda Desa Palengaan Laok, Kecamatan Palengaan, Pamekasan. Sedikitnya sembilan rumah rusak, tiga di antaranya rusak parah.

Banjir, tanah longsor, pergerakan tanah, dan angin kencang juga menjadi ancaman di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

"Dengan luas wilayah mencakup 47 kecamatan, daerah kami memiliki indeks kerawanan risiko bencana yang tinggi, berada di peringkat ketiga secara nasional. Mau tidak mau, kami harus meningkatkan kewaspadaan," ungkap Sekda Kabupaten Sukabumi, Iyos Somantri. (TB/RK/YK/MG/RS/BB/BK/AP/N-2)

BERITA TERKAIT