13 December 2019, 11:45 WIB

Penusukan Wiranto Jadi Pertimbangan Pengamanan Natal-Tahun Baru


Ilham Pratama | Politik dan Hukum

ANTARA/Dok Polres Pandeglang
 ANTARA/Dok Polres Pandeglang
Insiden penusukan mantan Menko Polhukam Wiranto

PENUSUKAN mantan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Wiranto, Oktober lalu, menjadi bahan pertimbangan kesiapsiagaan pengamanan perayaan Natal dan Tahun Baru (nataru) 2020.

Menko Polhukam Mahfud MD mengatakan kementrian dan lembaga harus ambil bagian dalam antisipasi kerawanan.

"Beberapa ancaman terorisme sepanjang 2019 seperti penusukan Menko Polhukam Wiranto dan ledakan bom di Polrestabes Medan menunjukkan kejadian itu bisa terjadi kapan saja dan di mana saja," kata Mahfud di gedung Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian, Jakarta Selatan, Jumat (13/12).

Untuk itu, kata Mahfud, perlu peningkatan pengamanan di tempat ibadah, tempat wisata, dan tempat keramaian. Sehingga seluruh masyarakat merasa aman dan terlindungi.

Tidak hanya keamanan, Natal dan Tahun Baru kali ini juga ditunjang infrasruktur. Pemerintah telah selesai membangun jalan, bandara, dan pelabuhan untuk mendorong mobilitas maysarkat.

Baca juga: Polri Petakan Kerawanan Liburan Natal Tahun Baru

"Di antaranya jalan tol Bakaeheuni. Kemudian untuk perlancar arus transportasi Natal dan Tahun Baru, pemerintah berencana membuka tol fungsional untuk beberapa ruas. Di antaranya ruas tol Balikpapan, ruas jalan tol Manado, dan Jakarta Cikampek elevated," ungkapnya.

Dia tidak ingin masyarakat kecewa dengan momentum Natal dan Tahun Baru kali ini. Dia berharap seluruh sarana dan prasarana yang disiapkan dapat menunjang mobilitas masyarakat.

"Memastikan kesiapan sarana prasarana dan awak untuk peningkatan aspek keselamatan, kualitas pelayanan, serta peningkatan ketertiban dan keamanan pada simpul transportasi," tambah Mahfud.

Mahfud berharap penyelanggaraan ibadah keagaamaan penuh toleransi, aman dan damai di seluruh wilayah Indonesia.

"Agar tercipta sebagai cerminan kerukunan hidup beragama masyarakat Indonesia," tandasnya. (OL-2)

BERITA TERKAIT