13 December 2019, 11:20 WIB

7 Orang Daftar ke PDIP di Pilkada Purbalingga


Liliek Dharmawan | Nusantara

JUMLAH pendaftar bakal calon Bupati dan calon Wakil Bupati Purbalingga, Jawa Tengah, untuk Pilkada 2020 hingga menjelang penutupan, kemarin, tercatat tujuh orang. Satu nama mendaftar sebagai bakal calon bupati dan enam nama lainnya sebagai bakal calon wakil bupati.

Bakal calon bupati yang mendaftar melalui PDIP adalah petahana, Dyah Hayuning Pratiwi. Adapun enam bakal calon bupati ialah Subeno (Kepala Badan Keuangan Daerah Purbalingga), Sudono (Ketua DPD Partai Golkar Purbalingga), Zaini Makarim, kader PPP yang juga adik ipar Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Tiga lainnya ialah anggota Fraksi PDIP Purbalingga, yakni Erni Wdyastuti, Tongat, dan Wuriyati.

"Namun demikian, ada kemungkinan bertambah karena masih ada kesempatan pendaftaran hingga tengah malam," kata Sekretaris DPC PDIP Purbalingga Karseno.

Sebelumnya, Ketua DPC PDIP Purbalingga HR Bambang Irawan mengatakan bahwa PDIP terbuka bagi siapa saja yang akan mendaftar. "Kami nyatakan pendaftaran tanpa mahar dan terbuka bagi siapa pun. PDIP juga membuka diri untuk berkoalisi dengan parpol lainnya," tambahnya.

Dalam pilkada di Kabupaten Cianjur, Ketua DPRD Jawa Barat (Jabar), Ade Barkah Surachman, digadang-gadang bakal maju sebagai bakal calon bupati. Namun, Sekretaris DPD Partai Golkar Jabar mengatakan semuanya harus dikembalikan kepada mekanisme dan kebijakan partai.

"Saya kan kader partai. Kalau partai menugaskan, saya siap. Kalau partai tidak menugaskan, saya juga siap," tegas Ade di sela-sela kunjungan kerja di kantor Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Cianjur.

Pada Musyarawah Nasional Partai Golkar belum lama ini, tutur Ade, belum ada pembahasan lebih lanjut mengenai figur yang akan disodorkan Partai Golkar di semua dae-rah yang akan melaksanakan Pilkada serentak 2020. Proses pembahasan detail menyangkut pilkada baru akan dilakukan setelah semua pembentuk-an kepengurusan baru Partai Golkar dilaksanakan di semua tingkatan.

"Nanti ada kepengurusan baru dulu di DPP, kemudian dilantik. Dilanjutkan Musda Partai Golkar Jawa Barat. Baru setelah itu berbicara pilkada," ungkapnya.

Ade menanggapi santai wacana yang menggadang-gadang dirinya bakal maju pada Pilkada 2020 di Kabupaten Cianjur. Apalagi tahapan pendaftaran baru akan dilaksanakan sekitar Juni 2020.

Namun, ia menyatakan calon yang nanti diusung Golkar merupakan kader partai agar calon yang diusung memiliki loyalitas, komitmen, dan integritas terhadap partai yang mengusungnya. "Harus kader supaya teu dibohongan deui (tidak dibohongin lagi)," kelakar Ade.

Sementara itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung (Babel) menargetkan angka partisipasi pemilih pada Pilkada serentak 2020 sebesar 80%. (LD/BB/RF/N-1)

BERITA TERKAIT