13 December 2019, 09:37 WIB

NTB Punya Pabrik Kayu Putih Terbesar di Dunia


Yusuf Riaman | Nusantara

NUSA Tenggara Barat kini memiliki pabrik minyak kayu putih terbesar di dunia, tepatnya di Desa Oi Katupa, Kecamatan Tambora, Kabupaten Bima. Pabrik minyak kayu putih dikelola oleh PT Sanggaragro Karya Persada pimpinan Jimmy Sumitro dibangun tahun lalu. "Kini industrialisasi itu tidak lagi mimpi. Kita akan deklarasikan bahwa NTB jadi pusat minyak kayu putih," kata Gubernur NTB Zulkieflimansyah saat meninjau di lokasi pabrik yang berada di kaki gunung Tambora tersebut Kamis (12/12/2019).

Zulkieflimansyah melakukan panen perdana, sekaligus melihat proses pembuatan minyak kayu putih mulai dari pohon hingga siap dipasarkan. Gubernur yang akrab disapa Bang Zul itu menegaskan, berbicara industrialisasi tidak semudah membalikkan telapak tangan. Namun dengan hadirnya industri ini lanjutnya, akan menambah kepercayaan diri masyarakat NTB. Hadirnya industri ini kata Gubernur dapat memberikan menfaat bagi lahan-lahan kosong, yang selama ini tidak dimanfaatkan.

"Harapannya ke depan, tentu kalau semua tanaman (kayu putih) ini tumbuh bagus. Kita memelihara dua tahun saja, tapi dua puluh lima tahun yang akan datang, kita tinggal memetik hasilnya," ungkap Gubernur.

Hadirnya industri ini juga kata Gubernur akan menjamin kesejahteraan masyarakat karena ada penyerapan tenaga kerja. Bila masyarakat sudah sejahtera lanjutnya, maka jaminan kesehatan dan pendidikan akan meningkat.

"Ke depan akan dibangun sekolah khusus di lokasi pabrik. Ini untuk menjamin sumber daya manusia yang akan mendukung keberlangsungan pabrik tersebut. Sekaligus memberdayakan masyarakat lokal. Sehingga tidak lagi mengambil tenaga kerja dari luar," terang Zul.

Sekolah yang dimaksud adalah SMK yang memiliki jurusan terkait industri minyak kayu putih. Pada kesempatan sama Direktur PT Sanggaragro Karya Persada Jimmy Sumitro mengungkapkan, pabrik minyak kayu putih ini telah dilengkapi dengan mesin penyulingan modern. Dalam sehari, kapasitas produksi daun minyak kayu putih sekitar 60 ton.

Dari 60 ton itu, dapat menghasilkan minyak kayu putih sekitar 1 ton. Kalau dinilaikan dengan uang, sekitar Rp300 juta per hari. Namun untuk panen pertama, pabrik ini baru bisa mengolah daun minyak kayu putih sekitar 30 ton.

baca juga: PLN Babel Berhasil Uji Coba Pembangkit Bahan Bakar CPO

"Lahan yang akan kita manfaatkan untuk tanaman pohon kayu putih ini sekitar 5 ribu hektare. Namun yang sudah kita tanam, baru sekitar 2.500 hektare," jelasnya.

Untuk mendukung suplai bahan baku, pihaknya telah melakukan variasi tahun tanam sejak 2016 hingga saat in. Hanya saja, bibitnya masih disuplai dari luar NTB. (OL-3)

 

BERITA TERKAIT