13 December 2019, 09:45 WIB

2020, BKKBN Fokus Ajak Remaja Pahami Keluarga Berencana


Atalya Puspa | Humaniora

KEPALA Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo meminta seluruh jajarannya melakukan pembaruan dalam program kerja 2020 mendatang.

Hasto menyebut dirinya berharap program BKKBN nantinya akan lebih menyasar anak usia remaja.

"BKKBN akan lakukan rebranding. Tahun depan launching. Program kita akan lebih menyasar anak muda. Saat ini jadi tigas kita bukan hanya kontrasepsi, tapi juga perencanaan sejak dini. Di sisi lain, kontrasepsi tidak boleh lepas," kata Hasto dalam acara Konsolidasi Program KKBPK BKKBN 2020 di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (13/12).

Pada 2019, Hasto menyatakan banyak program kerja BKKBN yang tidak tercapai.

Baca juga: Menkes dan BPJS Setuju tak Naikan Iuran Peserta JKN Kelas III

Dilihat dari hasil Survei Kinerja dan Akuntabilitas Pemerintah (SKAP) 2019, angka kelahiran total (total fertility rate/TFR) per WUS (15-49 tahun) sebesar 2,45 dari target 2,28.

Sementara, persentase pemakaian kontrasepsi modern sebesar 54,97% dari target 61,3%. Tingkat putus pakai kontrasepsi sebesar 29,0% dari target 24,6%, penggunaan MKJP sebesar 24,6% dari target 23,5%, dan Persentase kebutuhan ber-KB yang tidak terpenuhi (unmet need) sebesar 12,1% dari target 9,9%.

"Tapi saya optimistis, di tahun-tahun yang akan datang, kita akan maju. Kita berniat mengencangkan ikat pinggang. Insya Allah semua kita siapkan perangkatnya, sesuai pakta integritas kita meningkatkan kinerja 2020," bebernya.

Dirinya juga berharap dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah untuk menjalankan rancangan program kerja BKKBN di daerah masing-masing untuk mencapai keberhasilan.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengungkapkan pihaknya siap mendukung BKKBN melakukan sosialisasi masif di Jawa Tengah terkait perencanaan keluarga.

"BKKBN itu betul-betul bisa kita optimalkan dan kita harapkan betul jadi satu institusi yang memimpin pembangunan SDM," kata Ganjar.

"Edukasi menjadi yang penting. Kira-kira BKKBN reborn, revitalisasi BKKBN, sekarang kita tidak hanya ngimong kontrasepsi tapi juga perencanaan. Maka tidak hanya reproduksi dan beranak saja tapi perencanaan. Saya senang semua pihak mau bekerja sama untuk ke sana," tandasnya. (OL-2)

BERITA TERKAIT