13 December 2019, 03:10 WIB

PBB Sambut Positif Komitmen Swasta di COP 25


Thalatie K Yani | Humaniora

PERSERIKATAN Bangsa-bangsa (PBB) mengapresiasi komitmen sektor swasta yang baru bergabung dan menambahkan jumlah investasi hingga mendekati US$4 triliun untuk mencapai target zero emission pada 2050.

Sebelumnya ada 177 perusahaan telah menyatakan komitmennya membantu memerangi perubahan iklim dengan nilai investasi US$2,8 triliun. Saat ini ada 50 perusahaan yang menyatakan bergabung dalam komitmen tersebut

“Investor baru bergabung dan meningkatkan dua kali lipat dari angka tersebut. Saya sangat senang dengan angka itu, menunjukan sektor swasta meningkat kepedulian mereka dari grey economy ke green economy,” ujar Seketaris Jenderal PBB Antonio Guterres di high level meeting di Baker Room, Ferie de Madrid (IFEMA), Spanyol.

Pada sidang yang dihadiri Presiden COP25 Caroline Schmidt itu sempat terjadi kericuhan. Para demonstran berhasil masuk dan melakukan aksi di depan ruangan sidang. Para peserta UNFCCC-COP25 yang ingin mengikuti sidang pun sempat dihalangi petugas keamanan, hingga para demonstran dikeluarkan dari Ifema. Dampak dari demonstrasi, petugas keamanan hanya mengizinkan delegasi saja yang masuk ke ruang sidang, tanpa pengamat.

Lebih lanjut Guterres menekankan komitmen semua pihak untuk memenuhi janji guna mencapai target Paris Agreement pada 2020. Di mana harus menjaga penaikan suhu bumi dalam batas 1,5 derajat Celsius.
“Kita ingin semua negara mengikuti langkah dari 75 negara yang berkomitmen untuk maju pada 2020, net zeros strategy pada 2050, atau perjanjian karbon pada 2050 atau sebelumnya. Kita butuh seluruh negara meningkatkan komitmen mereka tahun depan,” ujar Guterres.

Ia pun mengingatkan komitmen semua negara untuk mengubah ekonomi mereka dari ekonomi abu-abu ke ekonomi hijau. Tidak lupa memberikan akses bagi perempuan miskin untuk bisa bergerak di ekonomi hijau dan beradaptasi pada perubahan lingkungan. Guterres juga menginginkan percepatan aliran finansial, termasuk green climate fund dan pergerakan harga pasar karbon.


Alibi negara maju

Sementara itu, aktivis iklim remaja asal Swedia, Greta Thunberg, 16, menuduh negara-negara kaya mencari cara menghindari pengurangan emisi gas rumah kaca.
Hal tersebut dilontarkan Thunberg saat mendapat kesempatan menyampaikan pidato di forum COP25 di Madrid, Spanyol. “Negara-negara kaya menemukan cara culas untuk berputar-putar menghindari mengambil tindakan nyata,” ujar Thunberg, Rabu (11/12).

Dia lantas menyebut aksi dan perjanjian yang dibuat atas nama iklim oleh negara-negara kaya untuk mengurangi emisi gas rumah kaca hingga taraf netral atau nol bersih dalam beberapa tahun adalah menyesatkan. Pasalnya, puluhan pertemuan dan ribuan ahli bekerja untuk mengimplementasikan kesepakatan Iklim Paris 2015, emisi global justru terus meningkat setiap tahunnya.

COP 25 yang berlangsung pada  2-13 Desember 2019 ini merupakan konferensi iklim terakhir untuk mempersiapkan pelaksanaan Kesepakatan Paris hasil COP 21 di Paris tahun 2015.(H-1)

BERITA TERKAIT